Home Nanggroe Ini Dia ‘Kopi Janda’ Asal Lhoknga

Ini Dia ‘Kopi Janda’ Asal Lhoknga

678
0
SHARE

Kopi Janda
Kopi Janda

Atjehcyber.com – Liburan ke Aceh tak sempurna jika Anda tidak mencicipi aneka macam kuliner khas negeri paling barat Indonesia ini. Selain masakan khas berkuah yang wah di lidah, kita bisa menikmati citarasa kopi Aceh dengan beragam jenisnya.

Nikmatnya segelas kopi Aceh berkualitas tinggi akan membuat Anda ketagihan dan merasakan sensasi luar biasa dari minuman yang satu ini. Disajikan dengan seduhan air panas dan cara menyaring kopi yang unik, negeri Serambi Mekkah menjadi terkenal sebagai rajanya kopi.

Lumrah, jika menu sajian minuman kopi terdiri dari jenis kopi hitam, kopi susu, dan yang orisinal khas Aceh, dan kopi sanger. Di rata kedai kopi di Aceh bisa memesan segelas kopi sesuai jenis yang Anda suka.

Nah, di kawasan wisata Pantai Lampuuk, Aceh Besar, ada sajian kopi yang lumayan menggoda, meski jarang terdengar. Jika nama-nama kedai kopi di Aceh banyak terinspirasi nama daerah atau sedikit kebarat-baratan, maka tidak dengan Zul Fitriadi (38). Pengusaha kuliner di Pantai Lampuuk ini menyajikan seduhan kopi gampong yang aromanmya begitu menggoda.

Namanya pun unik, “Kopi Janda”. Di menu jualan yang diedarkan ke setiap pengunjung tertera beragam jenis minuman yang bisa dipesan, salah satunya “Kopi Janda” pengundang selera. Pengunjung yang memesan “Kopi Janda” biasa tersenyum jika ia ucapkan pesanan itu.

“Bang yang antar janda cantik ya,” canda seorang pengunjung diiringi gelak tawa beberapa pengunjung lain yang menikmati sore di Pantai Lampuuk, Minggu yang lalu.

Seperti apa “Kopi Janda” ini disajikan? jika dilihat sepintas tidak beda dengan model kopi gampong ala kawasan barat selatan Aceh. Jika di Aceh Barat ada Kopi Tabaliek atau Kopi Terbalik yang masih berampas, kopi olahan Zoel, panggilan Zul Fitriadi juga bertekstur demikian. Selain diseduh bersama ampas kopi dan berasa nikmatnya, gelembung busa sisa seduhan mengepulkan asap menebar aroma khas “Kopi Janda”.

Dari mana Zoel mendapati resep kopi itu, ia mengatakan itu hanya kebiasaan cara minum kopi orang-orang di kampungnya. “Ini kan kopi kampung kopi biasa tetapi saya mengolahnya sendiri dan tak pernah dipercayakan ke yang lain untuk gonsengnya,” kata Zoel yang juga pemilik pondok ikan bakar Enjoy di kawasan wisata tersebut.

Zoel yang lahir di Banda Aceh, 5 Januari 1977 dengan percaya diri menyajikan Kopi Janda ke sejumlah pengungjung. “Silakan dicoba, jika anda memiliki riwayat sakit asam lambung minum kopi ini tak mengapa, aman,” ujarnya meyakinkan pengunjung.

Ia juga tak banyak bercerita kenapa nama Janda dipilih sebagai andalan kopi buatannya di pantai itu. Tapi ia hanya menginformasikan semasa ia bekerja di Malaysia, nama KopiJanda pun sudah ada di negara itu.

Di Malaysia, Kopi Janda adalah jenis kopi yang sudah dicampur dengan ragam ramuan tradisional lain penambah vitalitas. Macam macam ramuan ditambahka untuk menguatkan stamina kaum lelaki. Kopi model ini di Malaysia lazim disebut kopi pracampur danKopi Janda termasuk salah satunya yang telah mendapat campuran ramuan penambah vitalitas.

Apakah Zoel juga menambahkan ramuan khusus, sehingga ia mengadopsi nama Janda dari Malaysia itu ke kopi hasil buatannya? ia hanya menjawab, gak apa ini kan sudah ada di Malaysia tak apa kita populerkan di sini. “Iya saya bawa nama itu tak mengapa, dulu saya di Malaysia kuliah bidang masak memasak,” katanya.

Anda penasaran dengan rasa Kopi Janda dan menikmatinya dengan suara deburan ombak Pantai Lampuuk menjelang senja, datang saja ke kawasan wisata ini. Hanya memerlukan waktu sekitar 40 menit dari pusat kota Banda Aceh, maka bertemulah “Kopi Janda” itu.