stat counter "ISIS Aceh sebagai perwakilan negara, bukan provinsi" | Aceh Online Magazine

“ISIS Aceh sebagai perwakilan negara, bukan provinsi”

Atjehcyber.com | Menurut Abu Jundullah,  ISIS Aceh dibentuk pada 1 Januari 2014 menggunakan jaringan anggota yang pernah berjihad ke Afghanistan, Moro, dan Ambon. “Pada awalnya hanya simpatisan saja, kemudian seiring semakin banyak yang mencoba bergabung sebagai manifestasi pilar Islam, maka kami pun mencari jaringan pada teman-teman yang seorientasi yang pernah berjihad di Afghanistan, Moro, dan Ambon. Kemudian kami disuruh bentuk di Aceh sebagai perwakilan negara, bukan provinsi,” tegas Abu Jundullah.

Menurutnya,  ISIS Aceh berupaya memperluas jaringannya hingga tingkat desa. “Target kami sebelum tahun 2015 seluruh Aceh sudah terbentuk jaringan  ISIS,” katanya.

Sejak dibentuk di Aceh,  ISIS gencar melakukan perekrutan kader dan simpatisan. Mereka menyasar setiap warga yang berjiwa mujahid. “Kami yakin di Aceh sangat banyak orang-orang yang berjiwa mujahid karena darah orang Aceh adalah darah pejuang dan pembela kebenaran,” tegas Abu Jundullah. (Lihat: Jangan Usik Kami).

Abu Jundullah mengaku proses pembaiatan dilakukan per kelompok. Namun, saat dimintakan foto proses pembaiatan, pada awalnya dia setuju. Tetapi, setelah mengadakan rapat internal esoknya, Abu Jundullah berubah sikap. Dia enggan memberikan foto tersebut. “Ini untuk pertimbangan keamanan kami,” kata pria yang selama ini bergabung dengan sejumah organisasi Islam ‘militan.’

Informasi yang dikumpulkan Serambi, beberapa ‘anggota’  ISISsudah mulai memasuki daerah Bireuen- Aceh Utara dan beberapa kabupaten kawasan barat Aceh. Namun, kewaspadaan yang tinggi berbagai komponen masyarakat di kawasan itu dalam pekan-pekan terakhir, ikut membatasi gerak mereka.(serambi)