Home Nanggroe Korban Tsunami Ini Ditemukan di Malaysia

Korban Tsunami Ini Ditemukan di Malaysia

484
0
SHARE

Fanisa Rizkia (15), korban tsunami yang sempat dijual ke Malaysia
Fanisa Rizkia (15), korban tsunami yang sempat dijual ke Malaysia

Atjehcyber.com – Menjelang peringatan 10 tahun tsunami Aceh. Pemerintah Aceh berhasil memulangkan seorang anak korban tsunami berusia 15 tahun. Selama ini di Malaysia dia bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan juga korban traffeking.

Namanya Fanisa Rizkia (15) tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar, Jumat (19/12) sekira pukul 08.05 WIB disambut oleh Karo Humas, Pemerintah Aceh, Mahyuzar.

Sedangkan yang menjemput Fanisa Rizkia di Malaysia ditugaskan oleh Gubernur Aceh, Zaini Abdullah Kepala Dinas Sosial Aceh, Bukhari bersama rombongan. Tiba korban ini dengan menggunakan maskapal penerangan Air Asia dari Malaysia.

Fanisa Rizkia dalam konferensi pers di depan awak media mengaku sangat senang bisa kembali ke Aceh. Meskipun dia tidak memiliki lagi keluarga, namun bahagia bisa menginjak kaki kembali di bumi Serambi Makkah.

“Senang bisa kembali ke Aceh, saya tidak mau lagi balik ke Malaysia,” kata Fanisa Rizkia di ruang VVIP Bandara SIM, Blang Bintang.

Selama di Malaysia, kata Fanisa Rizkia, dia sempat disiksa oleh pemilik agen Asraf penampung tenaga kerja indonesia (TKI) di  Malaysia. Bahkan agen Asraf tidak memberikan gaji hasil kerjanya.

“Kalau majikan baik, tetapi agen yang tidak baik, gaji gak dibayar, alhamdulillah sekarang sudah bisa pulang,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Aceh, Bukhari yang ikut menjemput langsung ke Malaysia mengatakan, ini hasil kerja sama dengan Kedutaan Pemerintah Indonesia di Malaysia. Kedutaan menemukan TKI asal Aceh yang tidak memiliki dokumen yang lengkap.

“Hasil pemeriksaan dari Kedutaan kita terbongkarlah Fanisa korban tsunami, lalu kita komunikasikan untuk dipulangkan,” tutupnya.

Bukhari menjelaskan, Fanisa juga korban traffeking selama 5 bulan di Malaysia. Sebelumnya Fanisa tinggal di Medan bersama ibu angkatnya bernama Sabariah, namun kemudian Sabariah meninggal dan keluarganya tidak menerima Fanisa, hingga dia hidup gelandangan sampai dijual ke Malaysia sekitar 5 bulan lalu.

Sumber : habadaily.com