Home Nanggroe Larangan Jual Miras di Aceh Sudah Berlaku

Larangan Jual Miras di Aceh Sudah Berlaku

1090
0
SHARE

miras

Atjehcyber.com – Aceh sudah terlebih dahulu memiliki aturan tentang penjualan minuman keras dan sejenisnya. Meski Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 06/M-DAG/PER/1/2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol, akan efektif pada April mendatang.

Kadis Perindustrian Perdangangan dan Koperasi Kota Lhokseumawe Halimuddin di Lhokseumawe, hari ini, mengatakan, untuk segala jenis minuman beralkohol sudah terlebih dahulu dilarang diperdagangkan di Aceh. Hal itu dengan adanya Qanun No. 12 Tahun 2003 tentang Khamar (miras).

“Sehingga dengan adanya aturan dimaksud, pengawasannya menjadi tangung jawab bersama antar unsur terkait,” ucapnya.

Lebih lanjut ungkapnya, mengenai aturan dari pemerintah pusat tersebut, pihaknya siap melaksanakan dilapangan dan meneruskan berbagai aturan dari pusat dibidang perdangangan dan pengawasan barang edar ditengah-tengah masyarakat.

Begitupun jika ada komoditi perdangangan yang dilarang edar disuatu daerah, pihaknya juga akan berkordinasi dengan satuan perangkat kerja lainnya. Untuk pengawasan miras sendiri, karena sudah aturan tentang Syariat Islam, ada dinas Syariat Islam dan juga Wilayatul Hisbah (WH) yang akan bersama-sama mengawasinya, ungkap Halimuddin.

Sebagaimana diketahui, secara nasional. Dengan dikeluarkannya Permendag Nomor 06/M-DAG/PER/1/2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol.

Menyebutkan pelarangan menjual minuman beralkohol di bawah 5 persen, termasuk bir di lokasi-lokasi yang berdekatan dengan perumahan, sekolah, rumah sakit, rumah ibadah, terminal, stasiun, gelanggang olahraga, kaki lima, kios-kios, penginapan remaja, bumi perkemahan.

Secara nasional pula, dalam peraturan itu, penjualan minuman beralkohol golongan tertentu hanya boleh dilakukan oleh supermarket atau hypermarket.

Dengan keluarnya aturan ini, pebisnis minimarket wajib menarik minuman beralkohol dari gerai miliknya paling lambat tiga bulan sejak aturan ini terbit.

Sumber: Waspada.co.id