Home Nanggroe Lima Juru Parkir di Jalan Dipenegoro Ditangkap

Lima Juru Parkir di Jalan Dipenegoro Ditangkap

306
0
SHARE

Atjehcyber.com – Petugas Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Banda Aceh dibantu anggota Satuan Reskrim Polresta menangkap lima juru parkir yang secara terang-terangan mengutip retribusi di lokasi larangan parkir untuk kendaraan roda empat, di Jalan Diponegoro, Banda Aceh, Minggu (1/2) sore. Kelima juru parkir tersebut digiring ke Mapolresta Banda Aceh untuk diproses lanjut.

Kadishubkominfo Kota Banda Aceh, Drs Muzakkir Tulot MSi, mengatakan kelima juru parkir tersebut ditangkap sekitar pukul 16.30 WIB. Kata Muzakkir, mereka dengan sengaja, bahkan secara terang-terangan berbuat kesalahan dengan menggangkangi aturan yang telah ditetapkan dan diketahui bersama oleh juru parkir itu.

Kelima juru parkir yang diamankan itu, yakni Ismail (35) beralamat Peunayong, Iriadi (34) warga Peuniti, Khairullah (45) asal Peukan Bada, Hasan Basri (31) Gampong Kampung Keramat dan Bustam A Gani (40) Gampong Neuheun, Aceh Besar.

“Padahal mereka sudah tahu di sepanjang Jalan Diponegoro, merupakan lokasi larangan parkir bagi kendaraan roda empat, kecuali roda dua. Akibat perbuatan kelima juru parkir itu, sepanjang Jalan Diponegoro itu sore kemarin macet dan dikeluhkan oleh para masyarakat,” ujar Muzakkir, kepada Serambi.

Parahnya lagi kata Muzakkir, para juru parkir tersebut justru semakin menjadi dan tak sedikit pun merasa canggung mengutip retribusi parkir dari para pemilik mobil, meski telah tiba di sana petugas Dishubkominfo dan personel Sat Reskrim Polresta Banda Aceh.

“Selain selama ini kami meminta dukungan personel Satuan Reskrim Polresta untuk membantu Dishubkomnfo, Polresta saat ini juga sedang gencara melakukan penertiban terhadap para premanisme. Kami tidak mentolerir apa yang dilakukan juru parkir ini, sehingga mereka harus ditindak, meski semalam pukul 22.00 WIB mereka kita izinkan pulang setelah membuat surat pernyataan untuk tidak mengulanginya. Kalau diulangi, ya dengan terpaksa tidak akan kita maafkan,” ujar Muzakkir.

Menurutnya bentuk penegasan yang dilakukan untuk kelima petugas parkir pembantu dan utama bersentuhan langsung masyarakat banyak. Bahkan sosialisasi yang diberikan selama ini telah cukup diikuti oleh pemasangan rambu-rambu larangan parkir untuk kendaraan roda empat di sepanjang Jalan Diponegoro, kecuali sepeda motor. Namun, dengan kenyataan kemarin sore, sambung Kepala Bidang LLAJ Dishubkominfo, M Zubir SSiT MSi, petugas parkir itu terkesan tidak menghargai aturan dan petugas.

“Memang setiap harinya petugas dari Dishubkominfo distandby-kan di sana. Jadi, kesempatan mereka itu mengutip retribusi di sana dari para pemilik yang seyogiayanya dilarang parkir, pada saat petugas kami meninggalkan lokasi itu sejenak. Ke depan, kalau ini terjadi, tidak tertutup kemungkinan mobil yang parker di lokasi di larang tersebut juga akan digembok,” ungkap Zubir.