Home Nanggroe Live Musik sambil ‘Dugem’, WH Segel New Kafe Batoh

Live Musik sambil ‘Dugem’, WH Segel New Kafe Batoh

498
0
SHARE

Petugas Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh menyegel ruang live musik di lantai dua New Kafe yang beralamat di Jalan Mr Muhamammad Hasan, Batoh, Banda Aceh, Senin (15/12). Kafe beserta failitas ruang live musik tersebut disegel oleh Satpol PP dan WH, setelah terbukti melakukan pelanggaran syariat. (c) Serambi
Petugas Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh menyegel ruang live musik di lantai dua New Kafe yang beralamat di Jalan Mr Muhamammad Hasan, Batoh, Banda Aceh, Senin (15/12). Kafe beserta failitas ruang live musik tersebut disegel oleh Satpol PP dan WH, setelah terbukti melakukan pelanggaran syariat. (c) Serambi

Atjehcyber.com – Petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Banda Aceh, Senin (15/12), menyegel New Kafe yang beralamat di Jalan Muhammad Hasan, Batoh, Banda Aceh. Penyegelan itu menjadi tontonan warga yang melintas di jalan itu.

Amatan Serambi, sekira pukul 15.00 WIB, puluhan petugas Satpol PP dan WH dan polisi mendatangi kafe tersebut. Kedatangan para polisi syariat tersebut sontak mencuri perhatian warga yang melintas, dan menyaksikan proses penyegelan kafe tersebut dengan ikut masuk ke kafe itu.

Penyegelan kafe baru dilakukan pukul 16.00 WIB, setelah petugas bernegosiasi dengan pemilik kafe. Saat petugas masuk ke kafe, di lantai pertama terdapat sejumlah pelanggan yang sedang menikmati makan minum. Karena melihat itu, ada pelanggan yang langsung pergi, ada pula yang baru pergi setelah diminta petugas.

Awalnya, penyegelan tertunda karena pemilik kafe tidak berada di lokasi. Para pekerja kafe itu langsung menelepon pemilik memberitahu bahwa kafe miliknya ingin disegel petugas. Setelah pemilik datang, petugas menjelaskan bentuk-bentuk pelanggaran yang selama ini dilakukan di kafe itu. Setelah mendengar arahan petugas, pemilik kafe baru menerima kafenya disegel.

Kasatpol PP dan WH Banda Aceh, Ritasari Pujiastuti kepada wartawan mengatakan, kafe ini disegel karena petugas pernah menangkap 13 wanita bersama 30 laki-laki pukul 01.30 dini hari, saat sedang asik dugem di ruang karaoke lantai dua kafe itu. “Kafe ini melanggar syariat, ada liva musik dan karaokean asmpai larut malam, dan bercampur antara laki-laki dan perempuan. Penyegelan ini adalah tindak lanjut dari temuan kasus itu,” jelas Rita.

Sementara pemilik New Kafe, Rio, meminta Satpol PP dan WH Banda Aceh agar adil dalam menyikapi berbagai pelanggaran syariat di Banda Aceh. Menurutnya, pelanggaran sekarang bukan hanya ada di kafe miliknya itu, tapi juga banyak di tempat-tempat lain yang juga menyediakan fasilitas seperti karoeke dan live musik yang sering didatangi oleh muda-mudi.

“Saya sudah menerima penyegelan ini, karena mungkin terbukti bersalah. Tapi saya mohon tempat lain juga tolong dirazia. Saya tetap akan mengurus izin kembali untuk usaha warung kopi saya, kalau yang di lantai dua itu memang sudah saya tutup sejak diambil semua peralatan musiknya,” kata Rio.