Home Nanggroe Mantan GAM Australia Desak Zikir Lakukan Rekonsiliasi

Mantan GAM Australia Desak Zikir Lakukan Rekonsiliasi

1217
15
SHARE

20130401_Konvoi_Bendera_Aceh_1306

Atjehcyber.com – Mantan pimpinan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Acehnese Australia (AAA), Sufaini Usman Syekhy, mendesak pemerintahan Aceh yang dipimpin dr Zaini Abdullah/Muzakir Manaf (Zikir), agar segera melakukan rekonsiliasi menyeluruh.

“Sudah saatnya diperlukan upaya rekonsliasi bersama untuk membangun depan Aceh ke arah yang lebih baik,” kata Sufaini Usman Syekhy, melalui siaran pers ke redaksi Serambi, kemarin.

Syekhy mengatakan, pernyataan ini dikeluarkan pihaknya menyikapi kondisi politik di Aceh semakin runyam, yang ditandainya berbagai isu perselisihan antara Gubernur dan Wagub. Menurutnya, perselisihan ini berpotensi munculnya konflik, dan membuka peluang terjadinya provokasi dari pihak tertentu yang menginginkan Aceh tidak kondusif.

Ia mensinyalir ada pihak yang terus mengadu domba dan menyebar fitnah dengan melemparkan isu dan memanfaatkan kondisi ekonomi masyarakat yang terpuruk. Karenanya, kini perlu adanya satu upaya rekonsiliasi bersama untuk membangun Aceh pasca penandatanganan kesepakatan damai antara Pemerintah RI-GAM.

Rekonsiliasi diperlukan sebagai jalan menyelesaikan berbagai konflik internal di antara rakyat Aceh yang telah mengakar dan mencegah perpecahan. “Konflik kalau tidak diselesaikan sekarang semasa tokoh-tokoh konflik masih hidup, dikhawatirkan berkelanjutan ke generasi berikutnya, mungkin lebih sulit  diselesaikan di kemudian hari,” kata dia.

Sufaini menambahkan, jika konflik internal di kalangan rakyat Aceh tidak diselesaikan, maka akan menghambat pembangunan dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Ia mengajak seluruh elemen sama-sama memikirkan dan membuat program untuk membangun Aceh secara keseluruhan.

“Kami atas nama aktivis mantan GAM Australia/AAA Acehnese (Australia Assotiaon) dan elemen-elemen mantan GAM luar dan dalam negeri yang independen, berkomitmen pada garis perjuangan para syuhada secara terus menerus dan mengawasi/memantau setiap perkembangan di Aceh, pascaperdamaian Helsinki,” ujarnya.

Sufaini Usman Syekhy menilai, hampir semua sektor pembangunan, hingga saat ini belum terlihat adanya perubahan signifikan. Bahkan, persatuan dan kesatuan antar sesama semakin terpecah belah. Karenanya, mereka mendesak Gubernur/Wakil Gubernur Aceh, Zaini Abdullah/Muzakkir Manaf, agar segera mengambil langkah konket, antara lain segera melakukan rekonsiliasi menyeluruh, agar Aceh tetap aman, damai, makmur dan bermartabat.

Tak hanya itu, Sufaini mengimbau masyarakat agar memelihara kesatuan dan persatuan, serta menjaga perdamaian.

Para mantan GAM AAA, katanya secara tegas menyatakan, mereka mendukung sepenuhnya pemerintahan Aceh hingga berakhirnya masa jabatannya, asal dapat menjalankan roda pemerintahan secara berkeadilan bagi masyarakat Aceh. “Kami meminta Gubernur/Wagub, agar solid memperjuangkan kepentingan rakyat dan tinggalkan pola-pola perpecahan sesama anak bangsa serta jadikan Aceh makmur, aman, dan sejahtera,”

Selain itu, Sufaini Usman Syekhy meminta pemerintah Aceh, agar membentuk tim khusus dalam menjalankan keputusan MoU Helsinky. Apabila ke lima butir di atas tidak dapat dijalankan, ia menyarankan Gubernur dan Wagub untuk mengundurkan diri. (awi/serambi)