Home Nanggroe Nagan Stop Tambang Giok

Nagan Stop Tambang Giok

482
0
SHARE

SEORANG pegawai di Kantor Bupati Nagan Raya, Rabu (4/2) memperlihatkan salinan keputusan bersama Muspida yang resmi melarang penambangan batu giok dan sejenisnya di wilayah ini yang resmi berlaku pada Kamis (5/2) hari ini. SERAMBI/DEDI ISKANDAR
SEORANG pegawai di Kantor Bupati Nagan Raya, Rabu (4/2) memperlihatkan salinan keputusan bersama Muspida yang resmi melarang penambangan batu giok dan sejenisnya di wilayah ini yang resmi berlaku pada Kamis (5/2) hari ini. SERAMBI/DEDI ISKANDAR

Atjehcyber.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat, mulai hari ini, Kamis (5/2) resmi menghentikan sementara seluruh aktivitas penambangan batu giok dan sejenisnya yang berada di wilayah hukum Nagan Raya. Langkah ini untuk penertiban sekaligus mencegah rusaknya lingkungan di kawasan penambangan/pencarian batu giok selama ini.

Instruksi itu diteken unsur Muspida Nagan Raya pada tanggal 2 Februari 2015 melalui surat bernomor 02/Forkopimda/2015. Pihak yang menandatanganinya terdiri atas Bupati Nagan Raya Drs HT Zulkarnaini, Wakil Ketua DPRK Samsuardi, Dandim 0116 Nagan Raya Letkol Erland Hendriatna SIP, Kapolres Nagan Raya AKBP Agus Andrianto SIK, dan Kejari Suka Makmue, Ali Saifudin SH MH.

Dalam salinan surat yang diperoleh Serambi, Rabu (4/2) siang di Suka Makmue itu, dimuat sejumlah instruksi. Pertama, menghentikan sementara seluruh aktivitas penambangan batu giok dan sejenisnya yang ada di seluruh wilayah Nagan Raya selama satu bulan, terhitung tanggal 5 Februari-8 Maret 2015.

Kedua, Forkopimda memerintahkan kepada seluruh aparatur pemerintah dan aparatur penegak hukum yang berwenang, untuk melakukan razia di tempat-tempat yang selama ini digunakan sebagai tempat aktivitas penambangan batu giok dan sejenisnya yang berada dalam wilayah kerjanya.

Ketiga, Forkopimda memerintahkan kepada seluruh aparatur pemerintah dan aparatur penegak hukum yang berwenang untuk melakukan razia di tempat-tempat yang selama ini dianggap sebagai tempat aktivitas penambangan batu giok dan sejenisnya, serta pengawasan secara ketat pengangkutan batu giok dan sejenisnya ke luar wilayah Nagan Raya secara ilegal.

Keempat, penghentian sementara penambangan batu giok dan sejenisnya itu dimaksudkan agar kegiatan tersebut tidak merusak lingkungan hidup dan hutan lindung. Oleh karena itu, perlu dilakukan penertiban menyeluruh untuk melindungi masyarakat dan sumber daya alam dari potensi munculnya bencana seperti longsor, banjir, pecemaran air, dan lain sebagainya.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Nagan Raya, Samsul Kamal ST yang ditanyai Serambi, Rabu (4/2) kemarin, di Suka Makmue mengatakan, dengan ditekennya surat keputusan bersama itu, berarti sejak hari Kamis ini (5/2) seluruh aktivitas penambangan batu giok dan sejenisnya di Nagan Raya dihentikan dan tak boleh lagi dilakukan oleh siapa pun.

“Apabila dalam masa penghentian ini ada masyarakat yang melanggar, maka akan ditangkap dan pelakunya diproses sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” imbuh Samsul Kamal.

Menurut sarjana teknik ini, tiap kali ada batu giok yang ditangkap dalam razia, maka seluruhnya menjadi milik daerah dan akan disita oleh pihak terkait. Kemudian, barang bukti tersebut dilelang guna menambah pendapatan asli daerah (PAD) Nagan Raya.