Home Nanggroe Penembak Posko NasDem Jalani Sidang Perdana

Penembak Posko NasDem Jalani Sidang Perdana

498
0
SHARE

Penembak Posko NasDem Jalani Sidang Perdana
Penembak Posko NasDem Jalani Sidang Perdana

AtjehCyber.Com | BANDA ACEH – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh, Senin (11/8/2014) menggelar sidang perdana terhadap dua terdakwa, Rasyidin alias Mario (31) dan Umar Adam alias Membe (32) yang terlibat kasus penembakan Posko Partai Nasional Demokrat (NasDem) di Gampong Kunyet Mule, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara.

Dalam sidang yang diketuai Makaroda Hafat MHum dan hakim anggota Mukhtar Amin SH serta Akhmad Nakhrowi Mukhlis SH ini, kedua terdakwa dinyatakan melanggar pasal 1 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api, dan pasal 351 ayat 1 tentang penganiayaan.

Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Banda Aceh, Abdul Hadi MH dan Faisal Moga SH secara bergantian membacakan dua berkas dakwaan tersebut. Dikatakan Mario dan Membe pada Minggu, 16 Februari 2014 bertempat di Posko Partai Nasdem Gampong Kunyet Mulee Kecamatan Matang Kuli, Aceh Utara ini, melakukan penganiayaan terhadap saksi korban Saiful Junaidi alias Sipon (28) serta saksi korban Adnan Syahrir (28).

Kedua terdakwa melakukan penganiayaan terhadap korban setelah melakukan penembakan terhadap posko tersebut. Dalam hal ini Mario menendang pintu depan posko Partai NasDem dan masuk ke dalam posko, sementara Membe setelah melakukan penembakan bersama Mario juga menendang pintu posko, dan masuk serta melakukan penganiayaan dengan cara menendang satu kali ke leher Adnan Syahrir menggunakan sepatu PDL hitam. Sedangkan Mario menendang satu kali ke bahu dan pantat Saiful Junaidi.

Selanjutnya, Membe kembali melakukan penganiayaan terhadap Saiful Junaidi dengan menendang kepala dan mengenai bagian sebelah kiri dekat telinganya. Sementara Mario dengan membawa senjata api juga kembali melakukan penganiayaan terhadap kedua korban, dan selanjutnya meninggalkan posko NasDem tersebut.

Akibat penganiayaan yang dialami keduanya maka berdasarkan hasil pemeriksaan, JPU mengungkapkan Saiful Junaidi di bagian kepala sebelah kiri 5 centimeter dari telinga tampak benjol dan warna kemerahan. Sementara Adnan Syahrir pada dagu bawah kiri tampak dua luka lecet dan luka kemerahan, sedangkan pada leher kiri tampak luka memar.

Sidang terhadap kedua terdakwa tersebut kembali dilanjutkan Senin (18/8/2014) dengan agenda langsung pada pembuktian.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam kasus ini juga melibatkan anggota Yonif 111/Raider Paya Bakong, Aceh Utara, Praka Heri Shafitri (31) yang dihukum tiga tahun penjara dikurangi masa penahanan dan dipecat dari TNI. Ia terbukti meminjamkan senjata api (senpi) laras panjang miliknya kepada warga sipil yang digunakan untuk memberondong posko caleg Partai Nasional Demokrat (NasDem) di Gampong Kunyet Mule, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara, 17 Februari 2014 dini hari(una)

Sumber : tribunnews.com