Home Nanggroe Potensi Zakat Aceh Capai Rp1,4 T

Potensi Zakat Aceh Capai Rp1,4 T

217
0
SHARE

Ilustrasi Zakat (c) Ist
Ilustrasi Zakat (c) Ist

Atjehcyber.com – Kepala Baitul Mal Aceh, Armiadi Musa mengatakan potensi zakat di provinsi ujung barat Indonesia tersebut mencapai Rp1,4 triliun.

“Potensi zakat Aceh mencapai Rp1,4 triliun. Potensi ini cukup besar. Namun, potensi ini belum tergarap secara maksimal,” ungkap Armiadi Musa di Banda Aceh, kemarin.

Menurut dia, potensi zakat tersebut terungkap setelah Baitul Mal Aceh bekerja sama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry Banda Aceh melakukan penelitian.

Penelitian ini, lanjut dia, untuk mengukur sebesar apa potensi zakat yang ada. Dengan diketahuinya besaran potensi zakat tersebut, maka Baitul Mal Aceh dan Baitul Mal kabupaten/kota di Aceh bisa menyusun program kerja, sehingga potensi tersebut bisa tergarap maksimal.

Armiadi Musa mengatakan, jika membandingkan potensi tersebut dengan realisasi zakat yang terkumpul, maka nilai yang belum tergarap mencapai 75 persen.

Yang baru tergarap sekitar Rp 300-an miliar atau berkisar 25 persen. Jumlah yang tergarap ini masih sedikit dan butuh kerja keras semua pihak, sehingga potensi zakat yang ada tersebut bisa digarap dengan optimal,” kata Armiadi Musa.

Sementara itu, Kamaruzaman Bustaman Ahmad, peneliti UIN Ar Raniry, mengatakan, penelitian ini dilakukan di enam kabupaten/kota sebagai sampel dan menghitung sumber-sumber zakat berdasarkan qanun atau peraturan daerah tentang zakat.

“Dari 23 kabupaten/kota, enam di antaranya menjadi lokasi penelitian. Enam daerah penelitian tersebut yakni Banda Aceh, Aceh Barat, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, Aceh Timur, dan Bener Meriah,” kata dia.

Sedangkan sumber zakat yang dihitung, kata dia, meliputi sektor pertanian, perkebunan, kelautan, bisnis sektor riil, bisnis jasa, profesi dan jasa keahlian, industri kecil, sedang, dan besar.

Kemudian, perusahaan, perikanan, pertambangan, transportasi, lembaga keuangan, pelayanan, perhotelan, rumah makan, dan lain sebagainya, kata Kamaruzaman.

“Namun begitu, penelitian ini belum mampu memaparkan potensi zakat secara keseluruhan di Aceh. Ada beberapa potensi zakat belum tergarap dalam penelitian ini, seperti potensi zakat bisnis online, saham, serta berbagai bisnis finansial lainnya,” kata dia.

Penanggung jawab penelitian, Zaki Fuad Chalil menegaskan bahwa penelitian tersebut bisa dipertanggungjawabkan serta diuji secara ilmiah. Jadi, tidak perlu meragukan hasil penelitian terhadap potensi zakat di Aceh tersebut.

“Penelitian ini melibatkan sejumlah kelompok peneliti yang tergabung dalam Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat UIN Ar Raniry,” kata Zaki Fuad Chalil.