stat counter Proyek Lamban, Gubernur "Semprot" Bupati Aceh Jaya | Aceh Online Magazine

Proyek Lamban, Gubernur “Semprot” Bupati Aceh Jaya

GUBERNUR Aceh, dr Zaini Abdullah menunjuk papan nama proyek saat meninjau Pelabuhan Penyeberangan Meulaboh-Sinabang di Kuala Bubon, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, Selasa (9/9). Seperti yang dijadwalkan, Gubernur Aceh itu akan meninjau realisasi sekitar 47 paket proyek APBA 2014 senilai Rp 400 miliar yang tersebar di berbagai kabupaten di Aceh dalam rentang waktu 9 hingga 11 September 2014.

GUBERNUR Aceh, dr Zaini Abdullah menunjuk papan nama proyek saat meninjau Pelabuhan Penyeberangan Meulaboh-Sinabang di Kuala Bubon, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, Selasa (9/9). Seperti yang dijadwalkan, Gubernur Aceh itu akan meninjau realisasi sekitar 47 paket proyek APBA 2014 senilai Rp 400 miliar yang tersebar di berbagai kabupaten di Aceh dalam rentang waktu 9 hingga 11 September 2014.

Atjehcyber.com – Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah ‘menyemprot’ Bupati Aceh Jaya, Azhar Abdurrahman atas kelambatan realisasi sejumlah proyek  APBA 2014 yang sumber dananya dari otonomi khusus (otsus). Menurut temuan lapangan, masih ada puluhan paket proyek otsus yang belum dikontrakkan oleh Pemkab Aceh Jaya.

Untuk tahun 2014, Aceh Jaya mengelola 527 kegiatan proyek otsus dengan nilai Rp 152,47 miliar. Kondisi di lapangan, menurut Gubernur Zaini sangat mengkhawatirkan. “Ini mengkhawatirkan dan Saudara Azhar harus bisa lebih proaktif dalam hal ini,” kata Zaini Abdullah saat menyampaikan evaluasinya di depan Bupati Aceh Jaya dan jajaran SKPD setempat, Selasa (9/9) siang.

Gubernur mengatakan, kalau pun ia menyemprot Azhar, tujuannya baik, agar proyek-proyek yang dibuat bisa dituntaskan dengan segera dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas, khususnya warga Aceh Jaya. “Dia (Takwallah, Ketua Tim Pengendali Percepatan Kegiatan (P2K) APBA, red) pun kena semprot dari saya. Dia semprot Azhar lagi, jadi ada transfer semprot,” kata Zaini sambil tersenyum.

Pengamatannya di seluruh Aceh selama ini, ungkap Zaini, banyak proyek yang dikerjakan cilet-cilet. “Jalan siat-at payah tapeuget, karena mengorbankan kualitas dalam pengerjaannya,” tandas Gubernur Zaini.

Sebelumnya, Ketua P2K APBA, dr Taqwallah dalam presentasinya di depan Bupati Aceh Jaya menjelaskan panjang lebar berbagai kemajuan proyek di kabupaten itu. Sebagian memang realisasinya telah berada di angka 80 persen. Namun, sebagian lain malah belum dikontrakkan, antara lain, sebagian paket di Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga.

Saat meninjau proyek pembangunan gudang logistik, rumah penjaga, dan pagar di Sarah Raya, Teunom, Aceh Jaya, Gubernur Zaini juga mengeritik realisasi yang minim. “Kapan dibuat surat tegurannya untuk pelaksana,” katanya pada Azhar Abdurrahman yang mendampinginya di lokasi proyek.

Menurut informasi, proyek dengan nilai Rp 1,94 miliar itu realisasinya baru 23 persen, mestinya lebih dari 60 persen. Soalnya, sangat sulit bagi mereka untuk menuntaskannya dalam waktu 40-an hari lagi sebagaimana yang tercantum dalam kontrak.

Jika mengacu pada kontrak, masa pelaksanaannya sejak 23 Juni sampai 21 Oktober 2014 dengan luas gudang 544 m2 dan panjang pagar hingga 250 meter. Namun, Bupati Azhar terlihat coba meyakinkan gubernur bahwa proyek itu bisa dituntaskan sesuai target.

Proyek lain yang dikunjungi Gubernur Aceh adalah jalan tembus yang membelah hutan Lamno menuju Jantho dengan panjang sekira 60 kilometer. Namun, ruas jalan ini belum tembus ke Jantho. Realisasinya 20,13 persen dan akhir November ditargetkan sudah beraspal sepanjang 13 kilometer. Masih ada 20 kilometer yang belum dibuka karena berada di kawasan hutan lindung. Begitupun, saat ini menunggu izin prinsip dari Departemen Kehutanan di Jakarta. Jika tembus, ruas jalan ini bisa menumbuhkan sentra-sentra ekonomi baru dan mempercepat jarak tempuh warga Jantho dan sekitarnya ke Lamno atau sebaliknya, dengan menghemat jarak tempuh hingga 100 kilometer.

Saat Gubernur Aceh meninjau jalan ini di kilometer 13, beberapa warga mengerubunginya. Mereka minta jalan ini segera ditembuskan. “Jalan ini sangat berguna bagi kami untuk membawa barang-barang hasil kebun.  Mohon segera dituntaskan, Pak Gubernur,” kata Tgk Nurdin, warga setempat, kepada Gubernur Zaini. Kata Zaini, pembangunan ruas jalan tersebut masuk dalam 14 ruas program prioritas jalan tembus lintas tengah.

Setelah di Aceh Jaya, Gubernur Aceh dan rombongan melanjutkan perjalanan ke Aceh Barat. Di Aceh Barat, gubernur meninjau proyek pelabuhan penyeberangan Kuala Bubon di Gampong Teungoh, Kecamatan Samatiga.

Pembangunan dermaganya menggunakan APBN dengan anggaran lebih dari Rp 80 miliar. Sedangkan pembangunan sisi barat menggunakan APBA tahun 2014 sebesar Rp 1,78 miliar. Gubernur sempat berjalan hingga ke ujung dermaga sepanjang 300 meter untuk melihat langsung kemajuan proyek multiyears ini.

Ditargetkan, pada 2016, warga Simeulue sudah bisa ke Meulaboh melalui pelabuhan penyeberangan ini. “Kalau melalui pelabuhan ini jarak tempuh ke Simeulue hanya 80 mil, sedangkan jika melalui Labuhanhaji, Aceh Selatan lebih dari 100 mil,” kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi Informasi dan Telematika, Ir Rizal Aswandi yang menemani gubernur di lokasi.

Sebagaimana diketahui, dalam rentang waktu 9 hingga 11 September, Gubernur Zaini dijadwalkan meninjau sekira 50 proyek APBA yang tersebar mulai dari Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Tengah, hingga Bener Meriah. Kunjungan kerja ini bertujuan untuk mempercepat penyelesaian proyek dengan nilai sekira Rp 400 miliar.(serambi)