stat counter Razia Gabungan ke Penginapan, Ganja dan Miras Diamankan | Aceh Online Magazine

Razia Gabungan ke Penginapan, Ganja dan Miras Diamankan

Atjehcyber.com – Pemerintah Sabang bersama tim gabungan melakukan razia ke penginapan-penginapan, ganja dan pemiliknya diamankan pihak penengak hukum, serta puluhan botol minuman keras (miras) ikut diamankan ke Polres, razia ini dilakukan untuk mencegah terjadinya maksiat di Kota yang terkenal dengan 44 keramat, sesuai dengan seruan bersmaa muspika.

Pantauan AJNN di lapangan saat razia berlangsung pada malam, Minggu (27/12) tim gabungan dipimpin langsung Kabagops, Kompol Abdul Manaf dan turut didampingi Kasat Sabara, Kasat Lantas, Kasadbinmas, Kasat Reskrim, Kasat Narkoba, Kasat Intelkam, KA SPK, POM AD, POM AU, POM AL, Satpol PP, dan Wilayatul Hisbah (WH).

Tim gabungan mulai razia sejak pukul 09.00 Wib sampai pukul 03.00 wib. Razia gabungan malam itu yang dimulai dari Hotel Sabang Hill, Pulau Salju, Wisma Cempaka, Gapang Resort, Grend House di Teupin Layeu, Fredy dan Casanemo. Hanya tujuh penginapan malam itu di razia. Tim gabungan mendapatkan 2 batang ganjang yang ditaman dalam pas bunga, batang ganja kering yang di kutip tim gabungan di bawah peginapan Grand House, 12 kran bir Bintang dan satul botol miras di pengenipan yang sama, dan kemudian tim bergerak ke sumur tiga.

Tim gabungan saat di Casanemo sempat berdikusi panjang dengan pemilik penginapan yang akhirnya pemilik penginapan tersebut membuka restaurant Casanemo dan mendapatkan puluhan botol minuman keras yang dijual tanpa izin. Kemudia tim membawa Miras tersebut ke Polres.

Pemilik Casanemo Balqis malam itu mengatakan, Miras tersebut tidak di perjual belikan kepada muslim, melainkan kepada non muslim, kendati demikian tim gabungan tetap memborong miras tersebut.

“Bukan kami saja yang menjual miras, sebagian besar penginapan di Sabang juga menjual Miras, pihak penegak hukum harus adil jangan pilih kasih,” katanya kepada tim gabungan.

Kemudian Kabagops Kompol Abdul Manaf mengatakan, Razia ini dilakukan sesuai dengan serusan besama Muspika Kota Sabang, bahwasanya kepada muslim di peringatkan agar tidak merayakan tahun baru masehi.

“Pemilik penginapan Grand House dijadikan tersangsa dan malam itu dia langsung di bawa ke polres untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Ini merupakan bagian dari Ibadah, mencegah maksiat adalah ibadah. Kepada semua tim gabungan atas nama pimpinan kami mengucapkan terimakasih atas partispasi semua pihak”. Ujarnya Kompol Abdul Manaf.

You must be logged in to post a comment Login