Home Nanggroe Soal Perayaan Ultah, Illiza: “Apa salah saya kepada ATJEHPOST”

Soal Perayaan Ultah, Illiza: “Apa salah saya kepada ATJEHPOST”

7237
0
SHARE

ultah-illiza1

Atjehcyber.com – Walikota Banda Aceh Illiza Saadudin Djamal menyampaikan keberatannya atas pemberitaan ATJEHPOST.CO yang menyebutkan dirinya merayakan ulang tahun pada Rabu, 31 Desember 2014.

Illiza menghubungi redaksi Atjehpost.co dan mengatakan tidak merayakan ulang tahunnya yang jatuh pada 31 Desember 2014. Namun begitu, Illiza mengakui foto yang diperoleh Atjehpost.co adalah acara ulang tahun yang berlangsung di rumahnya.

“Tetapi saya tidak membuat acara apa-apa. Itu tadi pagi ada kawan-kawan ibu-ibu datang ke rumah sambil bawa kue. Kan tidak mungkin saya suruh pulang,” kata Illiza lewat sambungan telepon pada Rabu malam, 31 Desember 2014.

Katanya, gara-gara berita itu ia mendapat sms dari banyak orang mempertanyakan kebenaran perayaan ulang tahun itu. Baca: (Masyaallah, Walikota Illiza Rayakan Ulang Tahun Hari Ini)

“Sejak 7 tahun di Pemko Banda Aceh saya tidak pernah merayakan ulang tahun, kalau teman-teman kasih kue ulang tahun, ya ada, tapi tidak ada acara tiup lilin dan make a wish begitu,” katanya.

Illiza mengatakan terganggu dengan pemberitaan itu lantaran dikaitkan dengan tindakan dirinya melarang perayaan tahun baru dan acara zikir maupun yasinan di malam tahun baru.

“Kita ini sedang berdakwah, sedang menyerukan syiar agama, kok diberitakan seperti itu. Apa salah saya kepada Atjehpost.co,” kata Illiza.

“Saya sebenarnya tidak suka protes-protes berita di media, tetapi ini mengganggu saya karena dikaitkan dengan pelarangan perayaan malam tahun baru,” tambah Illiza.

Tindakan melarang perayaan tahun baru, kata Illiza, adalah bagian dari syiar Islam. Illiza bahkan mengatakan saat ini banyak negara-negara Islam yang penganut Islamnya terus berkurang.

Ketika ditanya Atjehpost.co apakah pelarangan itu  lantaran perayaan tahun baru akan mengakibatkan penurunan umat Islam, Illiza menjawab,”bukan begitu, tetapi Alquran dan hadis melarang meniru-niru yang bukan ajaran agama kita,”  kata Illiza.

Menyangkut pemberitaan ulang tahun Illiza, dalam berita sebelumnya, wartawan Atjehpost.co telah berusaha menghubungi Illiza lewat panggilan telepon, namun tidak dijawab. Illiza hanya menjawab pesan pendek yang dikirim ke telepon genggamnya,”Saya  cuma syukuran biasa, tidak ada acara mewah, milad saya kali ini ya acara syukuran biasa saja.”

Saat dihubungi pertama, Illiza tidak menjawab di mana acara peringatan ulang tahun itu digelar.

Dalam pemberitaannya sebelumnya, Atjehpost.co mengutip laman Wikipedia yang menyebutkan asal muasal peringatan ulang tahun berasal tradisi bangsa Romawi Kuno. Ketika itu, mereka menyambut ulang tahun dengan antusias lewat pesta.

Kebiasaan menyambut ulang tahun ini juga diperingati oleh Yahudi. Dalam kitab Ibrani, seperti dilansir Wikipedia, satu-satunya perayaan untuk memperingati hari kelahiran seseorang adalah mengenai ulang tahun Firaun Mesir. Oleh Rabbi Yahudi Moshe Feinstein, mendorong orang untuk lebih banyak merayakan ulang tahun dengan berkumpul bersama kerabat, dan membuat resolusi positif melalui kegiatan keagamaan. Sementara Rabbi Yahudi yang lain, Yissocher Frand, menganggap ulang tahun kelahiran seseorang merupakan hari khusus karena doa pada hari itu dapat terkabulkan.

Kebisaan merayakan ulang tahun ini ditolak oleh Origen, seorang cendikiawan Kristen abad ketiga. Origen meminta umat Kristiani pada masanya menahan diri dari merayakan ulang tahun dan harus memandangnya dengan jijik. Namun kaum bangsawan Kristen pada abad pertengahan merayakan hari ulang tahun kelahiran mereka.

Sementara dalam Islam, beberapa ulama mengganggap merayakan ulang tahun adalah perbuatan dosa. Sedangkan sebagian ulama lain membolehkannya.[]