stat counter Sopir Truk PT Waskita Karya Ditembak | Aceh Online Magazine

Sopir Truk PT Waskita Karya Ditembak

TIM medis RSU Datu Beru, Takengon merawat Erwin Tobing (50), sopir truk PT Waskita Karya yang terluka akibat kaca truknya ditembak orang tak dikenal di kawasan Kampung Atu Payung, Kecamatan Bintang, Aceh Tengah, Selasa (2/9). SERAMBI/MAHYADI

TIM medis RSU Datu Beru, Takengon merawat Erwin Tobing (50), sopir truk PT Waskita Karya yang terluka akibat kaca truknya ditembak orang tak dikenal di kawasan Kampung Atu Payung, Kecamatan Bintang, Aceh Tengah, Selasa (2/9). SERAMBI/MAHYADI

Atjehcyber.com – Senjata api menyalak di Aceh Tengah kemarin. Erwin Tobing (50), sopir truk PT Waskita Karya, mengaku menjadi korban penembakan orang yang tak dia kenal di kawasan Kampung Atu Payung, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, Selasa (2/9) sekira pukul 15.55 WIB.

Ia sedang mengendarai truk sendirian saat senjata menyalak. Sebutir peluru menghantam kaca truk sehingga berderai. Kaca yang luruh serta serpihan logam mengenai tubuh Erwin. Dada dan perutnya terluka.

Mengetahui dirinya menjadi sasaran tembak, Erwin langsung berupaya menyelamatkan diri. Dia loncat dari truk dan berlari sekuat tenaga menuju basecamp PT Waskita di Kampung Atu Payung. Sedangkan truk yang dikendarainya ia tinggalkan di lokasi kejadian.

“Saya tidak tahu berapa jauh saya lari. Yang saya tahu, begitu kaca depan kena tembak, saya langsung lari mencari pertolongan. Saya juga tak tahu persis di mana kejadiannya dan seberapa jaraknya dari basecamp karena saat itu saya sangat panik,” kata Erwin Tobing yang ditanyai Serambi di ruang inap RSU Datu Beru, Takengon, tadi malam.

Menurut Erwin, pada sore yang nahas itu ia naik truk hendak kembali ke basecamp di kawasan Kampung Atu Payung. Namun, suara tembakan ke kaca truk membuatnya harus lari pontang-panting meninggalkan truk.  “Pokoknya, begitu kejadian, saya langsung lari menyelamatkan diri ke arah basecamp. Untungnya, saat lari saya tak ditembak,” kata Erwin.

Ditanya apa dia punya musuh atau pernah clash dengan orang lain selama bekerja di Aceh Tengah, menurut Erwin, tidak pernah. “Saya tak punya musuh selama di sini,” ujar Erwin yang terkulai lemah di tempat tidur rumah sakit.

Pascainsiden itu, Erwin Tobing sempat dirawat di Puskesmas Bintang. Tapi akhirnya ia dilarikan ke RSU Datu Beru, Takengon, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Sementara itu, di lokasi kejadian, polisi langsung melakukan olah tempat kejadian untuk mengetahui motif di balik “teror” penembakan terhadap kendaraan PT Waskita Karya. Meski mengalami luka, namun kondisi korban hingga tadi malam, masih stabil

Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun Serambi, Erwin Tobing merupakan salah seorang sopir truk Waskita Karya. Perusahaan milik negara ini sedang mengerjakan proyek paket tiga ruas jalan Kebayakan-Serule-Simpang Kraft Owaq, Kecamatan Linge. Paket ini merupakan bantuan Japan International Cooperation Agency (JICA). Proyek pembangunan jalan tersebut sudah berjalan selama beberapa bulan terakhir.

Direktur RSU Datu Beru, Takengon, dr Hardi Yanis yang ditanyai Serambi mengenai kondisi Erwin mengatakan, sejauh ini kondisi korban penembakan tersebut masih stabil karena serpihan logam yang menembus kulit dadanya tidak sampai mengenai organ penting. “Berdasarkan hasil rontgen, terdapat beberapa serpihan kecil logam di bagian dada korban. Namun itu tidak berbahaya karena posisinya masih di bawah kulit dan tidak sempat mengenai organ penting seperti paru-paru. Namun demikian, korban tetap dalam pengawasan,” kata Hardi Yanis.

Sejauh ini, dr Hardi belum berani memastikan bahwa logam yang ada di tubuh korban merupakan serpihan peluru. Untuk mengetahui apa bendanya, harus dilakukan pemeriksaan lanjutan. Misalnya, dengan melakukan scanning (pemindaian) dan pengambilan serpihan logam tersebut. “Nanti setelah serpihan itu diambil, baru kita tahu apakah serpihan peluru atau bukan. Tapi yang jelas, itu merupakan serpihan logam. Besok baru dilakukan pemeriksaan lanjutan,” kata Dokter Hardi tadi malam.

Kapolres Aceh Tengah, AKBP Dodi Rahmawan SIK, ikut membesuk korban di RSU Datu Beru, Takengon. Kepada Serambi ia katakan bahwa korban benar terluka oleh kaca truknya yang berhamburan ditembak pelaku yang hingga tadi malam belum teridentifikasi. (c35/serambi)