stat counter Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan Giok | Aceh Online Magazine

Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan Giok

Ilustrasi Giok Aceh

Ilustrasi Giok Aceh

Atjehcyber.com – Tim gabungan yang terdiri dari aparat kepolisian, TNI, polisi militer beserta petugas Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Nagan Raya, Rabu (24/12) malam sekitar pukul 23.00 WIB berhasil mengamankan sekitar 500 kilogram aneka batu alam jenis Giok asal Gunung Singgah Mata, Kecamatan Beutong.

Penangkapan batu alam bernilai jual tinggi itu, setelah petugas melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah angkutan penumpang umum L-300 serta mobil pribadi lintasan Meulaboh-Jeuram di kawasan Blang Sapek, Kecamatan Suka Makmue, Kabupaten Nagan Raya.

Dalam operasi yang dipimpin langsung oleh Kadistamben Nagan Raya, Samsul Kamal ST itu, petugas menyita aneka batu alam yang diduga akan diselundupkan ke Jakarta dan luar negeri. Jenis batu yang diamankan itu diantaranya Giok jenis Nefrite, Badar Besi, Bio Solar, Solar, serta aneka batu alam lainnya yang bernilai jual tinggi.

Informasi yang dikumpulkan Serambi dari sumber terpercaya di lokasi penangkapan menyebutkan, bongkahan batu alam yang dibungkus dalam karung itu hendak dijual ke sejumlah daerah seperti Kota Banda Aceh, Medan, Jakarta, bahkan kabarnya akan dikirim ke luar negeri. Karena nilai jual batu alam tersebut kini sangat banyak diminati pencinta batu alam sebagai bahan baku kosmetik, obat-obatan, dan aksesoris pemulihan kesehatan.

Saat digeledah petugas, sebagian besar sopir angkutan L-300 dan pemilik batu giok juga tak bisa berkutik lantaran mereka tidak memiliki dokumen resmi terkait asal usul batu alam itu, dan tidak bisa menunjukkan izin yang diminta petugas. Batu alam hasil tangkapan itu kini diamankan petugas dan dibawa ke Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Nagan Raya guna  penyelidikan.

Dikatakannya, penangkapan yang dilakukan petugas tersebut karena selama ini pengambilan batu alam jenis Giok di Nagan Raya telah menyalahi aturan, karena telah menyebabkan kerusakan linkungan di sekitar lokasi pengambilan batu alam di gunung Singgah Mata, Kecamatan Beutong.

Kata Samsul Kamal, barang bukti batu alam yang ditaksir bernilai jutaan rupiah itu kini diamankan Distamben Nagan Raya dan akan disita untuk daerah, atau diambil kebijakan lainnya dari pimpinan daerah setempat.

Samsul kamal menegaskan, razia dan penangkapan terhadap pengiriman batu alan dari Nagan Raya ke luar daerah akan terus ditingkatkan guna melakukan penangkapan terhadap sejumlah batu alam yang akan dikeluarkan dari Nagan Raya.

Ia menambahkan,  batu alam dapat dikirim ke luar Nagan Raya setelah pemilik batu tersebut melengkapi dokumen resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah setempat, serta memiliki izin resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah sesuai dengan aturan yang berlaku. “Intinya, seluruh batu alam yang dikeluarkan dari Nagan Raya ini harus memiliki izin resmi dari pemerintah daerah dan tidak boleh dikeluarkan dalam bentuk bongkahan besar, kecuali dalam bentuk setengah jadi dan batu yang suah diolah sendiri oleh pemilik atau pengrajin batu,” kata Samsul Kamal.

You must be logged in to post a comment Login