Home Nanggroe Warga Pidie Keracunan Massal

Warga Pidie Keracunan Massal

577
0
SHARE

Warga Gampong Tumpok Laweung, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, Sabtu (7/2) malam dirawat di IGD Rumah Sakit Umum (RSU) Tgk Chiek Di Tiro Sigli karena keracunan massal setelah menyantap tape pada pesta perkawinan di gampong tersebut. SERAMBI/M NAZAR
Warga Gampong Tumpok Laweung, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, Sabtu (7/2) malam dirawat di IGD Rumah Sakit Umum (RSU) Tgk Chiek Di Tiro Sigli karena keracunan massal setelah menyantap tape pada pesta perkawinan di gampong tersebut. SERAMBI/M NAZAR

Atjehcyber.com – Warga Tumpok Laweung, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, keracunan massal setelah menyantap tapai bersama air kelapa muda campur susu dan sirop merah saat menghadiri pesta perkawinan di gampong tersebut, Sabtu (7/2) sekitar pukul 15.20 WIB. Akibatnya, sepuluh wanita dan anak-anak harus dirawat di IGD Rumah Sakit Umum (RSU) Tgk Chiek Di Tiro karena muntah dan pusing.

Pihak RSU Tgk Chiek Di Tiro Sigli menduga, keracunan tersebut akibat campuran tapai yang mengandung ragi bereaksi dengan susu dan sirop manis di lambung para korban.

Kesepuluh pasien tersebut dirawat hingga Sabtu (7/2) malam karena kondisi tubuhnya masih lemas. Namun, Minggu (8/2) kemarin tujuh orang diizinkan pulang karena kondisinya sudah membaik. Tiga orang lainnya, hingga tadi malam masih dirawat, yakni Nurbayani (28) dan M Asyalin dan M Asyafin, masing-masing berumur 8 tahun, anak kembar dari Faridah Usman (45), warga Gampong Tumpok Laweung, Kecamatan Pidie.

Faridah Usman juga ikut keracunan bersama empat warga Gampong Tumpok Laweung lainnya, yakni Adramisyah (27), Nanda Maisura (12), Nurkhalisah (14), dan Nafila Syifa (10).

Korban berikutnya adalah Nailatul Aulia (7) dan M Rayyan (7), warga Gampong Raya Sanggeu, juga di Kecamatan Pidie.  Faridah Usman (45), korban keracunan yang ditemui Serambi, Sabtu malam di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Tgk Chiek Di Tiro mengatakan, ia bersama warga lainnya menghadiri pesta perkawinan saudaranya sekitar pukul 14.00 WIB. Setelah makan nasi sebagai menu awal, lalu Faridah menyantap tapai dan minum air kelapa muda yang telah dicampur susu dan sirop merah.

Seusai menyantap tapai, Faridah pulang ke rumah menunaikan shalat Zuhur. Seusai shalat, Faridah mulai mual dan akhirnya muntah-muntah.

“Saya 15 kali muntah, sehingga tubuh saya lemah karena banyak cairan yang ke luar. Tapi, setelah beberapa jam dirawat di RSU Sigli, kondisi saya kembali membaik,” kata Faridah yang dua anak kembarnya masih dirawat hingga tadi malam.

Dokter piket di IGD RSU tersebut, dr Taufik, kepada Serambi mengatakan, sepuluh pasien yang mengalami keracunan itu kondisinya mulai stabil. Namun, mereka perlu dirawat intensif, mengingat pasien telah mengalami dehidrasi karena banyak cairan tubuhnya yang ke luar saat keracunan.

Menurut dr Taufik, hasil diagnosis sementara, para pasien itu mengalami keracunan setelah makan tapai bersamaan dengan susu. Tapai mengandung ragi dan bisa bereaksi toksid saat disantap bersama susu.

Ia perkirakan, tiga pasien lainnya yang masih dirawat hingga tadi malam bakal bisa pulang dalam satu dua hari ini karena kondisi mereka mulai membaik.