Home Nasional 9 Serpihan Pesawat Kembali Ditemukan

9 Serpihan Pesawat Kembali Ditemukan

263
0
SHARE

Dari pencarian dan penyelamatan pesawat Air Asia Indonesia di Laut Jawa menunjukkan puing-puing mengambang terlihat di area yang sama dengan barang-barang lainnya sedang diselidiki oleh pihak berwenang Indonesia mungkin objek dari hilang AirAsia QZ8501 penerbangan. Selasa ( 30/12/2014). (c) AFP
Dari pencarian dan penyelamatan pesawat Air Asia Indonesia di Laut Jawa menunjukkan puing-puing mengambang terlihat di area yang sama dengan barang-barang lainnya sedang diselidiki oleh pihak berwenang Indonesia mungkin objek dari hilang AirAsia QZ8501 penerbangan. Selasa ( 30/12/2014). (c) AFP

Atjehcyber.com – Proses pencarian pesawat AirAsia QZ8501 terus dilakukan oleh tim gabungan yang dikomandoi oleh Badan SAR Nasional (Basarnas), Jakarta, Selasa (30/12/2014).

Menurut informasi terakhir, dugaan serpihan tersebut ditemukan oleh tim pencari dari pesawat CN Angkatan Udara pada pukul 10.15 WIB. Lokasi tersebut berada di sebelah selatan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Basarnas ditemukan adanya dugaan penemuan sembilan serpihan pesawat AirAsia QZ 8501. Namun, penemuan tersebut belum bisa dipastikan serpihan dari pesawat AirAsia yang hilang kontak.

Informasi tersebut diperoleh Basarnas dari Posko Utama Pencarian Pesawat AirAsia QZ8501 di Lanud Iskandar. Lokasi tersebut tidak jauh dari informasi yang diperoleh dari nelayan yang mengaku melihat dan mendengar adanya dentuman di sekitar selatan Pangkalan Bun.

Hingga berita ini diturunkan, Basarnas telah menggunakan helikopter tengah menuju lokasi.

Pesawat AirAsia rute Surabaya-Singapura hilang kontak dari Air Traffic Controller (ATC) Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Minggu 28 Desember 2014 sekitar pukul 06.17 WIB. Pesawat dengan nomor penerbangan QZ8501 itu take off dari Bandara Juanda, Surabaya, Jawa Timur pukul 05.20 WIB, dan seharusnya tiba di Bandara Changi, Singapura pukul 08.30 waktu setempat.

Pesawat jenis Airbus A320-200 dengan register PK-AXC itu dipiloti Kapten Iriyanto dan co-pilot Kapten Remi Emmanuel Plesel, serta 4 awak kabin, yakni Wanti Setiawati, Khairunisa Haidar Fauzi, Oscar Desano, Wismoyo Ari Prambudi, dan 1 teknisi bernama Saiful Rakhmad.

Pesawat itu berpenumpang 155 orang, terdiri atas 138 penumpang dewasa, 16 penumpang anak-anak, dan ‎1 bayi. Penumpang didominasi dari warga negara Indonesia, 1 WN Singapura, 1 WN Inggris, 1 WN Malaysia, dan 3 WN Korea Selatan.