Home Nasional Ahok: Tolong yang Pakai Baju Kotak-kotak, Pacaran Tangannya Jangan ke Mana-mana

Ahok: Tolong yang Pakai Baju Kotak-kotak, Pacaran Tangannya Jangan ke Mana-mana

461
14
SHARE

Pedagang kaki lima (PKL) membeludak di Pekan Rakyat Jakarta (PRJ) Monas, Jakarta. Pengunjung menyayangkan ketidaktegasan Pemprov DKI dalam mengatasi PKL ini. Foto diambil pada Sabtu (14/6/2014).
Pedagang kaki lima (PKL) membeludak di Pekan Rakyat Jakarta (PRJ) Monas, Jakarta. Pengunjung menyayangkan ketidaktegasan Pemprov DKI dalam mengatasi PKL ini. Foto diambil pada Sabtu (14/6/2014).

Atjehcyber.com | Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memiliki harapan kepada Rini Hariyani yang telah dilantik menjadi Kepala Unit Pengelola (UP) Monumen Nasional (Monas).  

Wanita berusia 50 tahun itu diberi tanggung jawab untuk mengelola kawasan seluas 82 hektar itu, baik dari sisi pedagang kaki lima (PKL), wisata, dan sebagainya. “Saya harap Bu Rini bisa mengontrol lahan sebesar itu,” kata Basuki, di Balaikota Jakarta, Senin (11/8/2014). 

Basuki berharap Rini juga mampu mengelola kamera pengintai (CCTV) dan speaker yang ada di lingkungan Monas. Jangan sampai ada tindak kriminalitas terjadi di kawasan itu. Para satpam UP Monas juga diminta berani menindak para PKL dan pengunjung yang kerap memadu kasih di balik semak-semak Taman Monas. 

Basuki memberi contoh, jika ada pengunjung yang tertangkap sedang berpacaran, maka satpam Monas dapat membuat malu tindakan mereka melalui speaker dan mikrofon yang tersedia. “Tolong ya yang pakai baju kotak-kotak, kalau pacaran tangannya jangan ke mana-mana. Kira-kira seperti itu kontrolnya,” kata pria yang akrab disapa Ahok itu.

Lebih lanjut, Basuki mengaku tetap melakukan evaluasi rutin kepada Rini. Meski Rini mendekati usia pensiun, ia percaya bahwa wanita itu telah mengerti semua tugas pokok dan fungsi (tupoksi)-nya untuk membereskan kawasan Monas. 

Basuki juga telah meminta bantuan Pangdam Jaya dan kepolisian untuk menjaga pintu Monas. Tak hanya itu, ratusan personel Satpol PP juga dikerahkan untuk menjaga kawasan Monas dari serbuan para PKL.

Pada kesempatan berbeda, Rini mengaku bakal membenahi kawasan Monas secara bertahap. Salah satu pekerjaan rumah (PR) yang harus segera diselesaikannya adalah penataan PKL. Untuk mewujudkan hal itu, pihaknya bakal bekerja sama dengan Asosiasi PKL dan Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) DKI. 

“Monas ini kan ikon Indonesia, posisinya di ring 1. Jadi, kami tidak boleh menyamakan Monas dengan tempat wisata lainnya,” kata Rini setelah dilantik Sekda DKI Saefullah, Senin siang tadi. 
Ke depannya, DKI bakal menerapkan sistem e-ticketing bagi para pengunjung Monas. Setiap pengunjung akan dikenakan tarif sebesar Rp 5.000 untuk pembenahan Monas.logokompascom