stat counter Asisten Pribadi Tepis Abu Bakar Ba'asyir Terkait dengan ISIS | Aceh Online Magazine

Asisten Pribadi Tepis Abu Bakar Ba’asyir Terkait dengan ISIS

Atjehcyber.com | CILACAP – Asisten pribadi Abu Bakar Ba’asyir, Hasyim Abdullah, menegaskan bahwa Ba’asyir tidak terkait dengan Islamic State of Iraq and Syria ( ISIS)

Menurut Hasyim, Ba’asyir tidak berbaiat kepada ISIS melainkan untuk Daulah Khilafah Islamiyyah.

“Beliau (Ba’asyir) mengatakan bahwa ISIS sebenarnya sekarang sudah tidak ada, sehingga tidak benar jika ISIS itu masih menjadi sebuah organisasi. Beliau mengakui jika telah berbaiat bersama teman-teman yang ada di dalam (Lapas Pasir Putih, red), tetapi bukan untuk ISIS, melainkan untuk ‘khilafah’,” tutur Hasyim di Cilacap, Jawa Tengah, Senin (11/8/2014).

Ia juga menyatakan bahwa penyerahan atribut ISIS berupa sebuah bendera dan 10 kaos kepada petugas dari Dirjen Pemasyarakatan Kemenkum HAM di Lapas Pasir Putih, Pulau Nusakambangan, Cilacap, Kamis 7 Agustus 2014, merupakan hal biasa.

Menurut dia, penyerahan atribut tersebut dilakukan sebagai wujud bahwa Ba’asyir tidak ada hubungan dengan ISIS.

Sementara itu, soal adanya organisasi ISIS Regional Indonesia yang dipimpin Chep Hernawan, Hasyim mengaku belum mengetahuinya.

“Saya belum tahu masalah itu. Jadi, apakah Ustadz ABB (Ba’asyir) sudah tahu sebelumnya, saya belum tahu juga,” katanya.

Bahkan, ia pun baru mengetahui istilah ISIS Regional Indonesia itu.

“Haji Chep Hernawan memang pernah ikut deklarasi ISIS di Bundaran HI, tapi apakah ini (Chep Hernawan, red) termasuk yang berbaiat atau tidak, saya belum tahu. Terus istilah presiden ISIS juga saya belum tahu,” tambahnya.

Karena itu ia berencana mengonfirmasikan masalah tersebut, termasuk pengakuan Chep Hernawan yang menjadi pemimpin ISIS Regional Indonesia atas rekomendasi Ba’asyir.

Seperti diwartakan, Pemimpin ISIS Regional Indonesia Chep Hernawan mengaku siap memberikan penjelasan ke berbagai pihak terkait pernyataanya sebagai Presiden ISIS Indonesia.

Bahkan, pihaknya mengaku telah memberikan penjelasan ke Kementerian Agama RI beberapa waktu lalu usai menghadiri sidang perdana sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi.

“Usai berorasi, staf kementerian agama menjemput dan mempertemukan saya dengan wakil menteri agama. Pertemuan itu klarifikasi atas deklarasi ISIS di Bundaran Hotel Indonesia Minggu 16 Maret 2014,” kata Chep, Minggu 10 Agustus 2014.

Pihaknya mengakui belum ada panggilan dari pihak kepolisian terkait hal tersebut. Bila pihak berwajib ingin minta klarifikasi, pihaknya akan memenuhi panggilan.

Menurut dia, berdirinya ISIS Regional Indonesia berperan serta menjaga keamanan nasional agar warga negara Indonesia yang siap berjihad tidak melakukan aksi kriminal di negeri ini.

Pihaknya juga menyayangkan sikap ulama, khususnya MUI, yang menentang gerakan ISIS di Indonesia.

“Komunikasi kami dengan MUI Pusat membuat kami sakit hati karena menuduh kami melakukan kekerasan terhadap orang yang tidak sepaham,” ungkapnya./okz
(ant//ton)