Home Nasional Dua Bocah Dipaksa Minum Miras Oplosan di Kendal

Dua Bocah Dipaksa Minum Miras Oplosan di Kendal

277
0
SHARE

Atjehcyber.com – Dipaksa meminum minuman keras oplosan, dua anak di bawah umur, Uki Kurniawan (13), warga Perum Kaliwungu Permai desa Protomulyo Kaliwungu Selatan dan Iqbal (11) warga Kaliwungu Indah desa Protomulyo Kaliwungu Selatan Kendal, terpaksa harus dirawat di rumah sakit, Minggu (11/01/2015). Sementara satu anak lagi, Andre Riskian (12), warga Kaliwungu Indah Protomulyo Kaliwungu Selatan, mengalami pusing-pusing dan sempat muntah.

Menurut pengakuan Andre, sekitar pukul 16.30 wib sore, bersama dua temannya, Uki dan Iqbal, sedang mencari buah mangga di SDN Magelung 1. Kemudian mereka bertemu dengan Maskuri (30), warga dusun Putat Magelung, bersama teman-temannya yang sedang pesta minuman keras oplosan. Andre mengaku kenal dengan Maskuri, karena orang itu penjaga SD Magelung 1, bekas sekolahnya.

“Saya sudah lulus tahun kemarin, dan sekarang sudah kelas 1 SMP,” kata Andre.

Andre menjelaskan, setelah bertemu dengan Maskuri, dan kawan-kawannya, kemudian mereka ditawari minum minuman keras. Tapi Andre bersama Uki dan Iqbal mengaku tidak mau. Lantaran tidak mau, kemudian mereka diancam, hingga akhirnya dengan terpaksa tiga bocah itu, menuruti kemauan Maskuri.

“Saya minum tiga kali. Masing-masing setengah gelas minuman air mineral. Tapi dua teman saya, Uki dan Iqbal, minumnya cukup banyak” ucap Andre.

Setelah minum, Andre bersama Uki dan Iqbal pulang ke rumah. Namun baru sampai di jalan perumahan menuju rumahnya, Uki dan Iqbal muntah-muntah dan terjatuh tak sadarkan diri. Oleh masing-masing keluarganya, mereka dibawa ke rumah sakit. Lalu peristiwa itu, dilaporkan ke Polsek Kaliwungu.

Tak lama kemudian, sekitar jam 19.00 malam, petugas menahan Maskuri di rumahnya. Di hadapan petugas, penjaga SDN Magelung 1 itu mengaku, dirinya pesta miras oplosan dengan temannya Azis warga Kaliwungu dan Tohirin, warga Putat Magelung Kaliwungu Selatan.

“Saya sudah kenal dengan Uki dan Andre, karena mereka dulunya sekolah di SDN Magelung. Tapi satu temannya lagi kami tidak kenal,” kata Maskuri.

Maskuri mengaku tidak melakukan pemaksaan. Dia hanya menawari dan mereka mau dengan sendirinya.

“Minuman saya sudah hampir habis ketika mereka datang. Lalu mereka saya tawari mau dan kemudian kami membelinya lagi untuk mereka,” ujarnya.

Hingga kini, kasus itu masih dalam pemeriksaan polisi dan masih dalam pengembangan. Polisi juga memeriksa beberapa saksi, diantaranya Andre, korban pemaksaan minuman keras oplosan, yang tidak sampai mendapat perawatan di rumah sakit.