Home Nasional Dukung Ahok, Politisi Senior PPP Sebut Polisi Bisa Tindak Lulung

Dukung Ahok, Politisi Senior PPP Sebut Polisi Bisa Tindak Lulung

306
13
SHARE

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kiri) dan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana (kanan).
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kiri) dan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana (kanan).

Atjehcyber.com – Politisi senior Partai Persatuan Pembangunan, Muhammad Rodja, menyesalkan sikap anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PPP, Abraham Lunggana atau yang akrab disapa Lulung, yang ingin menghentikan karier Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) di pemerintahan DKI. Ia justru membela Ahok.

Ahok ini orang benar, mau kau pecundangi terus? Saya ini Sekretaris Wilayah PPP DKI Jakarta tahun 1990-1995 dan mantan Ketua Komisi Anggaran DKI Jakarta, mendukung Ahok,” kata Rodja di Jakarta, Jumat (12/9/2014).

Rodja mengatakan, pelantikan Ahok sebagai gubernur DKI Jakarta, menggantikan Joko Widodo yang akan dilantik sebagai presiden nantinya, telah diatur di dalam Undang-Undang Pemerintah Daerah. Ia menilai, pernyataan Lulung tidak memiliki dasar.

“Sikap Ahok itu benar. Ahok lebih gentlemen. Dasar dia bilang itu apa? UU-nya jelas. UU negara kita, kalau gubernur berhalangan, tetap akan diganti wagub. Wagub naik jadi gubernur, kalau ada yang menghalangi, itu urusan negara,” tuturnya.

Rodja meminta agar DPP PPP menegur Lulung atas pernyataan sikapnya terhadap Ahok. Bahkan, kata dia, jika diperlukan, maka aparat kepolisian dapat melakukan tindakan hukum terhadap Lulung.

“Ada aparat keamanan. Polisi bisa gerak ke Haji Lulung atas komentarnya. Itu wewenang polisi kalau benar dia halangi pelantikan Ahok jadi gubernur,” katanya.

Sebelumnya, Lulung mengaku bakal menghalangi pelantikan Ahok sebagai gubernur DKI. Lulung tersinggung dengan berbagai pernyataan Ahok tentang DPRD terkait pembahasan RUU Pilkada.

Ahok menentang rencana Koalisi Merah Putih, termasuk Partai Gerindra, yang ingin menghapus sistem pemilihan kepala daerah oleh rakyat dalam pembahasan RUU Pilkada. Ahok bahkan sampai memutuskan keluar dari keanggotaan Partai Gerindra.(Kompas.com)