stat counter FSGI: Kurikulum 2013 Jerumuskan Siswa Ke Radikalisme | Aceh Online Magazine

FSGI: Kurikulum 2013 Jerumuskan Siswa Ke Radikalisme

mendikbud-kurikulum-2013-motion-graphic_20141120_102447

Atjehcyber.com – Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Retno Lystri, menyebut kurikulum 2013 bisa menyeret siswa ke gerbang radikalisme.

Dari catatan FSGI, terdapat banyak kasus yang mencemaskan terkait potensi radikalisme di sekolah selama tahun 2014 yang harus segera ditangani.

Dalam pemaparannya di kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, di gedung LBH, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (4/1/2014), Retno mengatakan salah satu hal yang dikhawatirkan dari kurikulum 2013 adalah penyatuan pelajaran agama dan budi pekerti.

Padahal budi pekerti adalah nilai universal, yang pemahamannya harus sama oleh tiap umat beragama.

“Coba bayangkan kalau siswi diajari harus memakai jilbab, dan itu kaitannya sama budi pekerti. Siswi nonmuslim yang tidak memakai jilbab, apa bisa dibilang buruk budi pekertinya,” kata Retno.

Laporan FSGI sepanjang 2014 juga menemukan masih ada sekolah yang berlaku diskriminatif terhadap siswa yang beragama minoritas. Kata dia, salah satu sekolah itu berada di Jakarta.

Kekhawtirannya makin memuncak setelah sepanjang tahun ini FSGI yang digandeng Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) memantau langsung sejumlah sekolah, ternyata potensi radikalisme itu memang sudah mengkhawatirkan.

Ia menyebut yang terungkap di media mengenai sekolah yang menolak negara, hanya sebagian kecil saja. Bahkan, kata dia, di Jakarta ada sekolah mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas yang menolak upacara, menolak hormat pada bendera merah putih, bahkan menolak Pancasila sebagai dasar negara.

“Kita keliling dengan BNPT memberikan pemahaman ke guru-guru, ternyata di Jakarta juga ada, tapi maaf saya tidak bisa menyebutkan nama sekolahnya,” ujar Retno.

You must be logged in to post a comment Login