stat counter Heli AS Kembali Turunkan 4 Kantong Jenazah di Pangkalan Bun | Aceh Online Magazine

Heli AS Kembali Turunkan 4 Kantong Jenazah di Pangkalan Bun

Helikopter Sea Hawk milik Amerika Serikat. (Liputan6.com/Ahmad Romadoni)

Helikopter Sea Hawk milik Amerika Serikat. (Liputan6.com/Ahmad Romadoni)

Atjehcyber.com – Helikopter Sea Hawk milik Amerika Serikat kembali menurunkan 4 kantong jenazah di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Keempat kantong jenazah berisi jasad penumpang AirAsia QZ851 itu dibawa dari perairan Selat Karimata.

Pantauan Liputan6.com, Jumat (2/1/2015) Pantauan Liputan6.com, Jumat (2/1/2015) helikopter yang berangkat dari Kapal USS Sampson ini tiba di landasan Lanud Iskandar Pangkalan Bun pada Jumat (2/1/2015) sekitar pukul 15.30 WIB. Beberapa ambulans yang sedari pagi bersiaga langsung memasuki area landasan.

Seorang crew pesawat berpakaian putih turun dan langsung berkoordinasi dengan pejabat setempat seperti Komandan Lanud Iskandar Letkol Jhonson. Tak lama kemudian, petugas gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, dan PMI bersiap dengan tandu.

Satu per satu akhirnya jasad dikeluarkan dari dalam kabin helikopter. Setiap jenazah dibawa dengan kantung mayat berwarna hitam dan hijau. Selain itu, petugas membawa serta satu tumpukan kertas berwarna coklat berukuran besar keluar dari kabin helikopter.

Proses evakuasi berjalan sekitar 5 menit. Setelah itu, keempat jenazah langsung dibawa ke RSUD Sultan Imanuddin untuk dilakukan identifikasi.

Heli milik Amerika Serikat (AS) pada pukul 13.15 WIB tadi juga telah membawa 4 kantung. 3 Dari 4 kantung jenazah itu diduga berisi jasad penumpang pesawat AirAsia QZ8501. Usai diturunkan dari helikopter, satu per satu kantung jenazah itu dibawa dengan tandu.

3 Kantung langsung dimasukkan ke dalam 3 ambulans, 1 lagi dibawa ke posko Disaster Victim Identification (DVI) Polri Pangkalan Bun. Ambulans-ambulans yang membawa 3 kantung jenazah itu langsung tancap gas menuju RSUD Sultan Imanuddin, Kalimantan Tengah.

Sampai hari ke-6 pencarian Pesawat AirAsia QZ8501, Tim Basarnas sudah menemukan 22 jenazah korban hilangnya pesawat tersebut.

Dari jumlah itu, 10 jenazah berada di RSUD Sultan Imanuddin Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, untuk diidentifikasi. Sedangkan 8 lainnya sudah diterbangkan ke Surabaya, Jawa Timur. Sementara 4 jenazah lain masih berada di atas kapal milik Amerika Serikat, USS Sampson.

‎Hingga kini sudah 8 jasad penumpang AirAsia QZ8501 yang sudah ditemukan dan dievakuasi dikirim ke Surabaya, Jawa Timur setelah diterbangkan dari Pangkalan Bun. Sementara sudah ada 10 kantong jenazah sejak pagi tadi yang diturunkan dengan helikopter di Pangkalan Bun dan kini masih dalam pemeriksaan identifikasi awal di RSUD Imanuddin, Kalimantan Tengah.

Pesawat AirAsia rute Surabaya-Singapura hilang kontak dari Air Traffic Controller (ATC) Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Minggu 28 Desember 2014 sekitar pukul 06.17 WIB. Pesawat dengan nomor penerbangan QZ8501 itu take off dari Bandara Juanda, Surabaya, Jawa Timur pukul 05.20 WIB, dan seharusnya tiba di Bandara Changi, Singapura pukul 08.30 waktu setempat.

Pesawat itu berpenumpang 155 orang, terdiri atas 138 penumpang dewasa, 16 penumpang anak-anak, dan ‎1 bayi. Penumpang didominasi dari warga negara Indonesia, 1 WN Singapura, 1 WN Inggris, 1 WN Malaysia, dan 3 WN Korea Selatan.

You must be logged in to post a comment Login