Home Nasional Istri Cari rumput, Suami Cabuli Rumput Anak Tetangga

Istri Cari rumput, Suami Cabuli Rumput Anak Tetangga

841
11
SHARE

Ilustrasi
Ilustrasi

Atjehcyber.com – Bejat betul perbuatan Gareng (55, nama samaran), warga Desa/Kecamatan Sentolo. Dia tega mencabuli seorang anak gadis berumur tujuh tahun yang juga masih tetangganya sendiri, Genduk (nama samaran).

Peristiwa itu dilakukan Gareng sekitar awal Agustus lalu. Halitu baru terkuak ketika di suatu sore, 7 Agustus, Genduk yang sedang mandi mengeluh merasakan sakit pada alat kelaminnya. Merasa curiga, ibu korban, Kunthi (30, nama samaran) pun memeriksa kondisi fisik anaknya itu dan mendapati rona kemerahan pada alat kelamin Genduk.

Mengetahui ada yang tidak beres, Kunthi pun membawa Genduk ke Puskesmas I Sentolo untuk diperiksa. Dari hasil pemeriksaan intensif, dokter jaga Unit Gawat Darurat Puskesmas menyatakan bahwa selaput dara bocah polos itu telah robek karena benda tumpul. Mendengar hal itu, Kunthi terkejut bukan kepalang.

“Sesampainya di rumah, langsung saya tanyakan pada Genduk, siapa yang melakukannya,” kata Kunthi dalam laporannya pada polisi.

Dalam pengakuannya, Genduk mengatakan bahwa pelakunya adalah Gareng. Beberapa hari sebelumnya, dirinya bertandang ke rumah Gareng. Dia mengaku diminta masuk ke rumah oleh Gareng. Adapun saat itu kondisi rumah dalam keadaan kosong karena istri Gareng sedang mencari rumput di sawah.

Genduk lalu menumpang kencing di kamar mandi milik Gareng yang terletak di samping rumah. Gareng sendiri kemudian mengantarnya ke kamar mandi. Di sanalah, pelaku dengan bejatnya malah mencabuli korban dengan memasukkan jarinya ke lubang kemaluan Genduk.

Adapun kasus ini baru dilaporkan orangtua korban ke Polres Kulonprogo pada 25 Agustus kemarin setelah sang anak mengeluh sakit pada alat kelaminnya. Meski jarak pengaduan dan waktu kejadian cukup lama, hal itu menurut Kasat Reskrim Polres Kulonprogo, AKP Ricky Boy Sialagan tidak menjadi masalah. Penuntutan masih bisa dilakukan karena tenggat waktu sesuai ketentuan belum kadaluarsa. “Mungkin sebelumnya ada pertimbangan tertentud ari pihak keluarga sehingga baru melaporkannya sekarang,” kata Ricky, Jumat (29/8).

Pihaknya saat ini masih berusaha mendalami kasus tersebut serta berusaha memfasilitasi mediasi antara korban dan pelaku. Hanya saja, saat ini petugas masih kesulitan untuk meminta keterangan dari korban.(ing/Tribun Jogja)