stat counter Ketua Umum Partai Gerindra Meninggal Dunia | Aceh Online Magazine

Ketua Umum Partai Gerindra Meninggal Dunia

Suhardi, Ketua Umum DPP Partai Gerindra

Suhardi, Ketua Umum DPP Partai Gerindra

Atjehcyber.com | Wafatnya Ketua Umum Partai Gerindra, Prof. Suhardi membuat luka yang mendalam bagi keluarga besar Partai Gerindra.

Hal itu diungkapkan langsung dari Sekretaris Jendral Ahmad Murzani saat berada di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta, Kamis (28/8/2014) malam.

Dengan nada lembut dan sedikit meneteskan air mata, Murzani menceritakan sosok Suhardi, orang yang begitu dekat dengannya selama berada di Partai Gerindra.

“Kami merasa kehilangan sosok yang sederhana, murah hati dan sangat konsisten sama apa yang ditekuninnya,” ucap Murzani kepada wartawan, sambil mengusap air matanya.

Ucapan belasungkawa juga disampaikan Wakil Ketua Partai Gerindra, Fadli Zon. Dengan rawut wajah sedih dan mata yang berkaca-kaca, Fadli menyampaikan belasungkawa dan ucapan terima kasih.

“Innalillahi Wa Innalilahi Rajiun, kami turut berduka cita atas meninggalnya pak Prof. Suhardi. Kami juga berterima kasih atas doa dari masyarakat pendukung, dan Koalisi Merah Putih,” kata Fadli Zon
di lokasi yang sama.

Menurut Fadli, dirinya kaget mendengar kabar tersebut, karena kemarin, selasa (27/8/2014) dirinya sempat mengantarkan Boediono menjenguk Suhardi, dan ada respon yang positif.

“Namun seperti yang kita ketahui, semua ajal ada di tangan Tuhan. Semua keluarga juga sudah melepas dengan Ikhlas,” tandas Fadli.

Biografi Profesor Suhardi

SuhardiBiografi Prof Suhardi Lahir pada 13 Agustus 1952, Suhardi menjalani masa kecil di Klaten, Jawa Tengah.

Lulus dua kali dari dua sekolah kejuruan, STM Geologi Pertambangan dan STM Pertanian Delanggu, Suhardi adalah alumnus Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada.

Gelar master dan doktor, keduanya di bidang kehutanan, didapatSuhardi dari University of the Philippines Los Banos, Filipina.

Menjalani karier sebagai akademisi di UGM, Suhardi antara lain pernah menjadi Dekan Fakultas Kehutanan di almamaternya itu, pada periode 2000-2001.

Suhardi mulai masuk ke lingkungan birokrasi pada 2001, dengan menempati jabatan sebagai Direktur Jenderal Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial, Departemen Kehutanan dan Perkebunan.

Departemen ini telah berganti nama menjadi Kementerian Kehutanan.

Berdasarkan laman resminya sebagai Ketua Umum Partai Gerindra,Suhardi hingga saat terakhirnya masih menjadi anggota kelompok kerja ahli untuk Dewan Ketahanan Pangan Pusat, di Kementerian Pertanian.

Jabatan serupa dia emban pula untuk kawasan regional, di Yogyakarta.

Selain itu, Suhardi masih tercatat menjadi Ketua Lembaga Masyarakat Peduli Hutan, Kebun, dan Pangan. Dia juga adalah Ketua HKTI Yogyakarta.

Pada 2004, Suhardi pernah pula menjadi Ketua Perhimpunan Bambu Indonesia (Perbindo) Yogyakarta.

Suhardi sempat mendapat julukan sebagai “Profesor Tela”, karena kepakarannya soal ketela. penghargaan soal keahliannya ini dia dapatkan di tingkat nasional pada 1999, berupa Pelopor Pemanfaatan Ketela, dari Menteri Pariwisata.

Di tingkat internasional, kepakarannya di bidang ketela ini diakui lewat SFRT SEARCA Award for Optimization of Casuarina Equisetifolia sp for Food Security. Penghargaan tersebut dia dapatkan pada 2007.

Riset Suhardi soal ketela mendapati bahwa kadar kalsium umbi ini jauh melebihi beras yang sekarang merupakan makanan pokok orang Indonesia.

Dia pun menyebutkan, orang Gunung Kidul, DIY, yang suka mengonsumsi ketela, cenderung berumur lebih panjang, dengan punggung yang lebih kekar./Tribunnews