Home Nasional MUI Minta Mahkamah Konstitusi Tolak Nikah Beda Agama

MUI Minta Mahkamah Konstitusi Tolak Nikah Beda Agama

865
12
SHARE

gedung-mahkamah-konstitusi

Atjehcyber.comMajelis Ulama Indonesia (MUI) meminta Mahkamah Konstitusi menolak seluruh permohonan uji materi Pasal 2 ayat (1) Undang-undang Nomor 1 tahun 1974 Tentang Perkawinan. Pasal tersebut memuat aturan perkawian menurut agama.

Wakil Sekretaris Komisi Hukum dan Undang-undang MUI, Luthfie Hakim menilai para pemohon tidak tahu sejarah panjang hukum perkawinan itu.

Menurutnya, MUI melihat, pengajuan para pemohon mengenai sahnya hukum perkawinan beda agama hanya mengadopsi hukum masa kolonial belanda. Padahal, pada masa itu, cara pandang pemerintah Belanda menganggap hukum perkawinan hanya diatur dalam konteks perdata. Sedangkan menyangkut hukum agamanya dikesampingkan.

“Jadi pemohon mengajak kita semua kembali pada cara berpikir seperti zaman kolonial Belanda,” kata Luthfie dalam Sidang di Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu (5/11/2014)

Kerena itu, Luthfie berharap empat mantan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) selaku pemohon diminta membaca kembali literatur mengenai hukum perkawinan. Sebab, menurutnya, melalui proses diskusi dan diplomasi yang panjang, para pendiri negara bersama tokoh agama sudah memutuskan bahwa perkawinan menjadi sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaannya itu.

Luthfie berpendapat, tafsir hukum menurut pemohon yang menyatakan negara memiliki unsur memaksa dalam hukum perkawinan dianggap sangat tidak beralasan. Sehingga MUI menegaskan agar MK menolak seluruh permohonan pemohon.

“Ketentuan-ketentuan pasal 2 ayat 1 tidak dapat dimaknai negara memaksa warga negaranya. Sejak undang-undang perkawinan disahkan, jauh sebelum pemohon lahir, pemohon terlalu membesar-besarkan persoalan tanpa referensi yang jelas,” kata Luthfi.

  • Sumber: Tribunnews.com

Comments are closed.