Home Nasional Pagi Ini Black Box Airasia Diangkat

Pagi Ini Black Box Airasia Diangkat

509
0
SHARE

Kapal Crest Onyx mengangkat ekor pesawat Air Asia QZ8501 di perairan Laut Jawa, Sabtu (10/1/2015). Tim SAR gabungan pada 9 Januari 2015 telah menemukan ekor AirAsia Flight QZ8501, ini berpotensi menandai langkah besar untuk menemukan kotak hitam pesawat dan membantu memberi petunjuk apa yang menyebabkannya menabrak laut pada 28 Desember 2014 lalu. AFP PHOTO / POOL / SUHARSO
Kapal Crest Onyx mengangkat ekor pesawat Air Asia QZ8501 di perairan Laut Jawa, Sabtu (10/1/2015). Tim SAR gabungan pada 9 Januari 2015 telah menemukan ekor AirAsia Flight QZ8501, ini berpotensi menandai langkah besar untuk menemukan kotak hitam pesawat dan membantu memberi petunjuk apa yang menyebabkannya menabrak laut pada 28 Desember 2014 lalu. AFP PHOTO / POOL / SUHARSO

Atjehcyber.com – Kotak hitam atau black box pesawat AirAsia QZ8501 telah dipastikan keberadaannya. Kepastian ini didapat oleh salah satu kapal milik Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Ditjen Hubla), Kapal Negara (KN) Jadayat, pada Minggu (11/1/2015) malam.

Seperti yang diberitakan Tribunnews.com, Senin (12/1/2015) pagi ini, tim penyelam akan diturunkan ke lokasi black box yang juga berada di dekat serpihan pesawat.

“Tim penyelam dari TNI AL yang berada di KN Jadayat telah memberi marker buoy kecil pada lokasi benda yang dideteksi sebagai black box dimaksud,” kata Direktur Kenavigasian Direktorat Jenderal Hubungan Laut, Tonny Budiono.

Tonny menambahkan, ada dua skenario untuk mengangkat black box hari ini. Skenario tersebut tergantung kondisi temuan di lapangan nanti. Apabila serpihan pesawat yang berada dekat black box masih mudah digeser, maka black box bisa langsung diambil.

Tetapi jika sulit memindahkan serpihan pesawat, akan diangkat menggunakan sistem balon. Meskipun koordinat yang dipastikan sebagai black box sudah ada, tambah Tonny, seluruh kapal-kapal milik Kementerian Perhubungan akan tetap membantu pencarian jenazah lainnya, ataupun serpihan pesawat.

Pencarian difokuskan pada wilayah Selat Karimata, Selat Sunda, Selat Makassar, dan Laut Jawa. “Direktur Jenderal Perhubungan Laut juga berkoordinasi dengan sejumlah Stasiun Radio Pantai untuk menyampaikan informasi kalau ada jenazah atau puing yang terdampar,” tutur Tonny.