Home Nasional Penyelam Lihat Kabin AirAsia QZ8501 Berantakan

Penyelam Lihat Kabin AirAsia QZ8501 Berantakan

229
0
SHARE
Penemu ekor pesawat AirAsia QZ8501. Foto: Fedrik Tarigan/Jawa Pos
Penemu ekor pesawat AirAsia QZ8501. Foto: Fedrik Tarigan/Jawa Pos

Atjehcyber.com – Upaya pencarian badan pesawat dan jasad penumpang AirAsia QZ8501 menunjukkan hasil signifikan pada hari ke-11.

Rabu(7/1) tim penyelam gabungan TNI-AL yang ditempatkan di kapal MGS Geo Survey menemukan ekor pesawat. Posisi kotak hitam (black box) pun sudah terdeteksi.

Beberapa bagian bodi dan ekor pesawat terdeteksi di koordinat 03 36 31 S–109 41 66 T di kedalaman 35 meter. Lokasi itu sudah masuk wilayah perairan Kalimantan Selatan. Penemunya adalah dua personel penyelam gabungan TNI-AL, Serma Mar Boflen Sirait dan Serka Mar Oo Sudarmo dari Batalyon Intai Amfibi (Taifib) Pasukan Marinir-2 Jakarta.

Penyelaman oleh tim I gabungan penyelam TNI-AL itu merupakan yang keempat. Dalam penyelaman mulai pukul 10.20 tersebut, mereka menemukan objek yang ditengarai bagian dari AirAsia yang kehilangan kontak pada Minggu (28/12).

Tiga penyelaman sebelumnya dilaksanakan sejak Minggu (4/1). Penyelaman perdana tidak mulus karena cuaca kurang mendukung. Pada penyelaman kedua Senin (5/1) dan ketiga Selasa (6/1), penyelam gabungan dari MGS Geo Survey belum menemukan objek AirAsia.

Mereka menemukan banyak logam berdiameter besar dari bangkai kapal yang sudah tenggelam belasan hingga puluhan tahun. Hal itu terlihat dari kondisi logam hingga setebal 10 sentimeter.

Dalam penyelaman kemarin, selama 17 menit menyusuri dasar laut, dua bintara senior itu memotret sejumlah bagian pesawat dalam kondisi terbelah.

Pada bagian bodi kiri belakang, tampak tulisan PK dan AX (terfoto sebagian) berwarna hitam dengan dasar putih. Di bagian atasnya terlihat tulisan Air dalam bentuk latin (sambung) dan Fly.

Kemudian, Serma Boflen dan Serka Oo berusaha masuk ke dalam ruang kabin yang kondisinya berantakan. Mereka berusaha maksimal memasuki badan pesawat. Jarak pandang berkisar 2–3 meter dan arus relatif tenang.

Mereka memberikan tanda ikatan tali dan tanda balon oranye agar lokasi temuan tidak bergeser. Sayangnya, oksigen yang mereka bawa tidak bisa berkompromi.

Mereka harus naik ke permukaan setelah jarum parameter di tabung oksigen hampir menunjuk angka nol. Mereka berlomba dengan waktu untuk naik ke sekoci karet. Begitu mereka muncul di permukaan pukul 10.47, oksigen dalam tabung benar-benar habis.

Atas temuan di dasar laut tersebut, Boflen dan Oo langsung membuat laporan ke pusat komando di KRI Banda Aceh.

’’Setelah kami konfirmasi kepada Direktur Operasi Pusat Penerbangan TNI-AL Kolonel Laut (P) Sisyani dan Bandara Juanda bahwa registrasi pesawat AirAsia PK-AXC (pesawat komersial-kode penerbangan AirAsia yang tercatat), confidence level kami 99,9 persen itu bagian ekor pesawat,’’ jelas Komandan Gugus Keamanan Laut Armada RI Kawasan Barat Laksamana Pertama TNI Abdul Rasyid K. yang juga menjabat komandan Satgas SAR Unsur Laut di anjungan KRI Banda Aceh.

Statemen perwira tinggi bintang satu itu diperkuat pernyataan Boflen. ’’Saya dan Serka Oo sebagai penyelam pelopor melihat beberapa kata dan tulisan warna merah di bagian bodi pesawat warna putih seperti Air, U Can Fly, AX, huruf i dalam ukuran besar, dan bodi sisi dalam,’’ tegas Boflen yang memulai penyelaman pukul 10.30.

Atas temuan itu, Rasyid memerintah penyelam gabungan TNI-AL melaksanakan penyelaman lanjutan. Dia memerintahkan penyelaman kelima itu dengan prioritas mencari jasad yang mungkin berada di kabin atau masih terikat sabuk pengaman pesawat di kursi.

’’Saya perintahkan mencari jenazah saudara-saudara kita yang terjebak di dalam ruangan. Juga, tidak tertutup kemungkinan dalam pencarian itu kami temukan black box,’’ tegasnya.

Sayangnya, penyelaman kelima yang dimulai pukul 14.00 tersebut tidak bisa dilanjutkan. Arus bawah yang semula 2–3 knot di tengah hari tiba-tiba bertambah cepat mencapai 4–5 knot menjelang sore. Dua penyelam yang masih sampai setengah perjalanan langsung diperintah naik kembali.