Home Nasional Rebutan Istri, Suami Kedua Dicincang

Rebutan Istri, Suami Kedua Dicincang

499
12
SHARE

Atjehcyber.com | Warga Takalalla, ibu kota Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, Selasa (26/8/2014), heboh. Ini dipicu tewasnya Muhammad Ihsan Bin H Ismail alias Iccang (40), dini hari kemarin.
    
Pembunuhan tersebut tak biasa. Pasalnya, Ihsan tewas secara mengenaskan. Kepala, dada, perut, tangan hingga kaki korban terluka akibat dicincang berulang kali oleh para pelaku mengguna parang.
    
Korban, tak bisa melawan. Karena saat kejadian, korban sedang tidur di rumah Baya, tante istrinya. Pelaku diduga bernama Andi Muhtar alias Andi Cippo Bin Petta Pecce (45). Pada pembantaian itu, Muhtar diduga dibantu tiga rekannya.
    
Yang menghebohkan warga sekitar lokasi kejadian karena pembunuhan tersebut rupanya diduga bermotif cemburu karena rebutan istri.
    
“Antara korban dan pelaku utama, rupanya sama-sama suami dari Kasma (48), warga Takalalla. Keterangan ini kami peroleh dari pengakuan istri korban sendiri,” ungkap Kepala Satuan Reskrim Polres Soppeng Ajun Komisaris Polisi (AKP) Amri via telepon, Selasa (26/8) sore.
    
Korban adalah suami pertama Kasma. Sedangkan pelaku utama tak lain adalah suami kedua dari Kasma.
    
Dari pernikahannya dengan Ihsan yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang obat, Kasma memiliki dua anak. Namun bahtera rumah tangganya sempat retak. Kasma dan Ihsan pun pisah ranjang.
    
Pada saat itulah ibu dua anak ini kemudian menikah dengan Andi Muhtar yang sehari-hari bekerja sebagai petani. Namun dalam perjalanannya, hubungan Kasma dan Muhtar pun retak. Kasma kemudian meninggalkan Muhtar. Lalu memilih rujuk dengan suami pertamanya.
    
Muhtar pun marah dan mencari istrinya. Pelaku mendapat informasi kalau istrinya sedang bersama suami pertamanya di Takalalla. Bersama tiga rekannya, pelaku kemudian diduga menyusun rencana menghabisi nyawa Ihsan.
    
“Pelaku dan beberapa rekannya kemudian menemui korbannya yang saat itu sedang tidur. Saat kejadian, istri korban berhasil selamat karena kebetulan tak tidur sekamar. Usai membunuh, para pelaku kemudian kabur,” tutur AKP Amri.
    
Amri menegaskan, Polres Soppeng telah mengerahkan tim buru sergap (buser) untuk menangkap para pelaku. Sementara korban telah dipulangkan ke rumah keluarganya di Pinrang untuk dimakamkan. (zis/Tribunnews)