stat counter Sepak Terjang Terduga Teroris Jatiasih Sebelum Tertangkap Densus 88 | Aceh Online Magazine

Sepak Terjang Terduga Teroris Jatiasih Sebelum Tertangkap Densus 88

Atjehcyber.com | Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri bersama Jatanras Polda Metro Jaya, pada Sabtu 8 Agustus 2014 malam, menangkap terduga teroris Ustad Afif Abdul Majid alias Afif. Pria paruh baya tersebut, kini menjabat Amir Binniyabah atau Ketua Harian di Jama’ah Ansharut Tauhid (JAT).

Pemerhati Kontra Terorisme, Harits Abu Ulya, mengatakan Ustad Afif baru saja menjadi Ketua Pelaksana Harian JAT. Pasalnya, hingga Juni 2014 atau sebelum bulan Ramadan, posisi tersebut masih dijabat oleh Ustad Achwan.

“Sebelum Ramadan masih dipegang Ustad Achwan dan sekarang digantikan Ustad Afif. Informasi terakhir Ustad Achwan tidak bersama JAT lagi,” kata Harits saat berbincang dengan Okezone, Minggu (10/8/2014).

Direktur The Community Of Ideological Islamic Analyst (CIIA) tersebut, menambahkan Ustad Afif termasuk alumni Afghanistan dan pernah bergabung di Majelis Mujahidin Indonesia (MMI). Kemudian, keluar dan gabung dengan JAT dibawah kepemimpinan Ustad Abu Bakar Ba’asyir.

Perlu diketahui, MMI kini dipimpin oleh M Thalib dan wakilnya Abu Jibril. Nama Abu Jibril sendiri pernah dikaitkan sebagai teroris dan sudah keluar dari penjara di Malaysia.

Sedangkan, Aktifitas Ustad Afif sebelum ditangkap Densus 88 Antiteror sebagai Ketua Harian dan duduk di Majelis Syariah JAT. Harits pun kaget saat polisi menangkapnya dengan tuduhan teroris. “Informasi yang saya tahu, Ini kali pertama masuk tahanan atau ditangkap dalam kasus atau isu terorisme,” sambungnya.

Kemudian, saat disinggung mengapa Ustad Afif tertangkap, Harits menerangkan, kalau beliau dianggap sebagai salah satu tokoh pro paham Islamic State of Iraq and Syria ( ISIS).

“Dugaan saya karena beliau dianggap salah satu tokoh pro paham ISIS yang gencang sosialisasi dan mencari dukungan. Nah langkah Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) dan Densus 88 mengambil orang-orang kuncinya dulu untuk mereduksi pergerakan pro ISIS ini,” paparnya.

“Disamping beliau sudah ada catatan-catatan lain dengan statusnya sebagai teroris versi Amerika Serikat (AS) dan kasus di Indonesia yang diduga terkait pendanaan terhadap Ubaid tahun 2010 di Aceh,” lanjutnya.

Namun, Harits mengaku ada keanehan dalam penangkapan Ustad Afif, di Jalan Wibawa Mukti depan Komplek Telkom Satwika Permai RT 003/ RW 001, Jatiasih.

“Beliau pernah masuk dalam daftar teroris AS, tapi kenapa dia ke Turki dan masuk ke Suriah selama sebulan juga tidak ditangkap? Kalau dikaitkan dengan I’dad di Aceh kenapa dari dulu juga tidak ditangkap? Makanya menurut saya, penangkapan ini sarat dengan kepentingan dan alasan penangkapan kesannya di buat-buat,” urainya.

Harits mengingatkan BNPT dan Densus 88 untuk lebih cermat dan tidak over acting dalam menangani pendukung khilafah- ISIS.(fid)(ahm/okz)