stat counter Tamu Undangan Sudah Hadir, Mempelai Pria Malah Kabur | Aceh Online Magazine

Tamu Undangan Sudah Hadir, Mempelai Pria Malah Kabur

MenikahAtjehcyber.com – Keluarga dan kerabat Syamsidar Binti Nurhamin (18),  perempuan asal Kelurahan Pallette, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Bone, Sulawesi Selatan, kini menanggung siri’ (malu).

Sejatinya, Selasa (2/9) kemarin, Sydar sudah melewati malam pertamanya  bersama Arianto Bin Hermansyah (21), warga Desa Galung, Kecamatan Berebbo, Bone.
Namun, jangankan malam pertama, acara ijab kabul atau acara pengesahan sebagai pasangan pengantin di depan imam nikah dari Kantor Urusan Agama (KUA) Tanete Riattang Timur, batal.

Anto, si mempelai pria, tidak kunjung datang. Padahal, tetamu acara akad nikah yang dilanjutkan dengan resepsi pernihakan itu sudah berdatangan sejak pagi.
“Kami tidak tahu, Anto kemana,” kata Hermansyah (48), ayah kandungmempelai pria di Mapolsek Tanete Riatang.

Hermansyah, diamankan polisi level kecamatan, setelah disandera keluarga mempelai wanita, selama 7 jam di rumah pengantin wanita.

Selain Hermansyah, adik bungsu mempelai pria, YL (15), juga disandera pihak keluarga Syidar, yang merasa dipermalukan oleh keluarga Anto

Drama penyanderaan itu terjadi saat bapak Arianto, Hermansyah (40) bersama adik bungsunya YL (15), sekitar pukul 16.30 Wita mendatangi rumah mempelai wanita.
Kedatangannya di rumah mempelai wanita untuk meminta maaf karena Arianto tidak dapat menghadiri akad nikah lantaran meninggalkan rumah setelah sebelumnya ditahan pihak kepolisian.
Keluarga mempelai wanita langsung mendatangi Polsek Tanete Riattang yang jaraknya sekitar 10 kilometer rumah mempelai wanita.
Arianto kabur pascaperusakan yang dilakukannya dikampungnya yang jaraknya sekitar 7 kilometer dari pusat kota Watampone atau 17 kilo dari rumah mempelai wanita. Hingga kini Arianto masih buron.
Sementara orang tua Arianto yang sebelumnya disandra oleh keluaramempelai wanita mendekam di Sel Tahanan Mapolsek Tanete Riattang sambil menunggu Arianto ditangkap dan mau mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Nurhamin, keluarga mempelai wanita, dihadapan orang tua korban mengatakan, batalnya akad nikah itu membuat keluarga besarnya harus menanggung malu dimata  tetangganya dan dimasyarakat luas.
Menurutnya, ratusan tamu dan penghulu sudah datang dan menunggu sejak sore.” Kami berikan waktu selama 3 hari. Kalau tidak bisa dihadirkan maka bapak atau adiknya harus mengawini anakku sebagai pa’sampo siri,” kata Nurhamin.
Nurhamin menjelaskan, semua biaya pernikahan ditanggung keluarganya dan uang mahar Rp 2,5 juta sampai saat ini belum diberikan oleh pihak mempelai pria.
Selain melapor mempelai pria karena melarikan diri. Keluargamempelai wanita juga menyandra orang tua Arianto bersama adiknya./Tribunnews