Home Nasional Warga Tangkap Ular Raksasa, Jalanan Macet

Warga Tangkap Ular Raksasa, Jalanan Macet

1553
10
SHARE

Warga RT 11 Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Tengah, Bontang, Kalimantan Timur, menangkap ular piton berukuran lima meter, Rabu (3/9) sekira pukul 23.30 Wita. Foto: Samarinda Pos/JPNN.com
Warga RT 11 Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Tengah, Bontang, Kalimantan Timur, menangkap ular piton berukuran lima meter, Rabu (3/9) sekira pukul 23.30 Wita. Foto: Samarinda Pos/JPNN.com

Atjehcyber.com – Warga dan pengendara yang melintasi Jalan Ahmad Yani dibuat gempar. Seekor ular yang diduga jenis sanca kembang, ditemukan di kolong poskamling RT 11 Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Tengah, Bontang, Kalimantan Timur, Rabu (3/9) sekira pukul 23.30 Wita.

Penemuan seekor ular dengan perkiraan panjang mencapai 5 meter lebih itu langsung jadi perhatian. Masyarakat pun berbondong-bondong menyaksikan.

Sementara, beberapa di antara mereka yang punya nyali, berupaya menangkap ular yang biasa disebut ular sawah atau piton tersebut. Usai ditangkap, ular tersebut langsung dikeler ke trotoar.
Sontak kejadian itu menyita perhatian khalayak. Pengendara pun berhenti. Bahkan, arus lalu lintas di Jalan Ahmad Yani dibuat macet oleh antrean warga yang ingin menyaksikan kejadian langka itu.

Saat ditangkap, ular tersebut menderita luka sayat di beberapa tubuhnya. Luka menganga tampak terlihat jelas di dekat leher. Tidak diketahui secara pasti apakah luka tersebut bekas sabetan senjata tajam (sajam) atau serangan hewan lain.

Meski demikian, ular tersebut masih memiliki tenaga untuk memberontak. Buktinya, beberapa warga yang menangkap ular tersebut dibuat jatuh bangun oleh perlawanan hewan reptil tersebut.

Ketua RT 11 Kelurahan Api-Api, Sumber, mengatakan, ular itu ditangkap karena dikhawatirkan akan mengancam keselamatan warga. Tidak diketahui dari mana ular tersebut datang. Namun, yang pasti ular tersebut mendadak ada di kolong poskamling.

“Keberadaan ular itu kemudian saya laporkan ke Balai TNK (Taman Nasional Kutai). Biar Balai TNK saja yang menangani. Karena, ular ini kami anggap sebagai hewan yang dilindungi,” jelasnya.

Beberapa jam setelah ular ditangkap, petugas Balai TNK pun tiba di tempat kejadian perkara (TKP). Ular itu pun langsung diamankan untuk mendapat perawatan, kemudian dilepas ke habitatnya. (gun/agi/jpnn)