stat counter Jilbab vs Jilboobs | Aceh Online Magazine

Jilbab vs Jilboobs

Oleh Aria Sandra

jilbob

Atjehcyber.com – Polemik yang sedang hangat dibicarakan hari ini dalam masyarakat kita, terutama di media-media sosial adalah tentang . Istilah jilboobspun baru muncul ke ranah pablik, yang sebelumnya istilah itu tidak pernah dikenal orang. Sejauh ini, belum diketahui persis siapa yang menciptakan dan memopulerkan sebutan istilah tersebut.

Demikian pula dalam kamus, kata atau istilah jilboobs ini tidak kita dapati. Namun demikian ada juga sebagian orang mengatakan bahwajilboobs itu berasal dari gabungan dua kata, ya itu jilbab dan boobs. Istilah jilboobs ini umumnya ditujukan bagi wanita muslimah yang memakai jilbab dengan paduan busana sempit dan terlihat lekuk anggota tubuhnya.

 Haram ber-jilboobs
Majelis Ulama Indoneaia (MUI) telah mengeluarkan fatwa tentang haram ber-jilboobs (liputan6.com, 7/8/2014). MUI juga mengimbau kepada seluruh wanita muslimah untuk memakai jilbab dengan tidak asal-asalan saja dalam menutupi auratnya. Fatwa haram ini sudah dikeluarkan sebelum jilboobs menjadi trend seperti sekarang ini. Yaitu larangan pornografi, termasuk di dalamnya tidak boleh memperlihatkan bentuk tubuh, berjilbab tapi berpakaian ketat.

Di dalam Islam diperintahkan kepada wanita, untuk memakai pakaian yang dapat menutupi seluruh anggota tubuh, sebagaimana firman Allah dalam Alquran: “Hai Nabi katakanlah pada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, da istri-istri orang mukmin hendaklah mereka mengeluarkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka, yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal.karena itu mereka tidak diganggu dan Allah adalah maha pengampun lagi maha penyayang.”(QS. al-Ahzab: 59).

Di dalam surah yang lain, Allah Swt juga berfirman: “Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan kemaluannya. Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak daripadanya…” (QS. an-Nur: 31).

Kedua ayat ini merupakan dalil diperintahkan bagi wanita muslimah untuk memakai jilbab serta larangan untuk menampakkan aurat dan bentuk tubuh mereka kepada orang yang bukan muhrimnya. Seorang wanita yang mengakui dirinya muslimah yaitu tunduk dan patuh kepada seluruh perintah Allah harus berbusana muslimah di dalam hidupnya. Yaitu terdiri dari jilbab dan pakaian yang menutup seluruh anggota tubuh.

Perintah memakai jilbab bagi perempuan adalah perintah tegas berupa wajib di dalam syariat, maka bagi mereka yang tidak memakainya berarti mereka telah melanggar hukum syariat. Mengenakan jilbab bukanlah sebuah budaya atau gaya hidup wanita melainka dia adalah syariat dikarenakan ada hukum dan ada dalilnya.

Yang paling penting untuk diketahui ialah dalam memakai jilbab, benar-benar jilbab itu dapat menutupi anggota tubuh sebagaimana yang telah diperintahkan oleh Allah di dalam Alquran yang terjemahan ayatnya sebagaimana kita kutip di atas.

Di kalangan ulama, meski berbeda-beda dalam menjelaskan makna jilbab, namun semuanya sepakat bahwa pemakaiannya haruslah menutupi tubuh. Ibnu Abbas, misalnya, mengatakan: “Jilbab adalah pakaian yang menutup tubuh dari atas hingga ke bawah”. Demikian pula Al-Qurthubi, Ibnu al-’Arabi dan an-Nasafi mereka mengartikan jilbab adalah “pakaian yang menutupi seluruh tubuh”.

Ada juga yang mengartikannya sebagai milhafah yaitu “baju kurung yang longgar dan tidak tipis serta menutupi seluruh tubuh. Ibnu Katsir mengartikan jilbab dengan selendang yang dipakai di luar kerudung. Sedangkan di dalam kamus disebutkan arti jilbab adalah gamis panjang yang menutupi seluruh tubuh yang mencakupi kerudung serta kain yang melapisi di luar baju (Mukjam al-Wasith, juz 1, hal 128.)

Sangat banyak pendapat ulama tentang arti jilbab. Akan tetapi dari beberapa pendapat ulama yang sudah dikutip, kita dapat menghubungkannya antara satu dengan yang lain, yakni wanita wajib mengenakan jilbab serta memakai pakaian yang longgar yang dapat menutupi tubuhnya dari atas sampai ke bawah.

 Menutup aurat
Tulisan ini hanya bersifat nasihat bagi setiap umat muslim yang patuh dan taat terhadap perintah Allah swt dan tidak sama sekali untuk mendiskriminasi terhadap satu golongan, karena perintah menutup aurat merupakan satu kewajiban bagi setiap muslim dan muslimat. Menutup aurat tidak hanya diwajibkan bagi wanita, namun bagi laki-laki juga merupakan sebuah kewajiban.

Tulisan ini juga sekadar menyikapi poblematika umat Islam dengan polemik yang sedang berkembang hari ini, di mana sebagian wanita muslimah belum sempurna dalam berhijab. Banyak kita temui wanita muslimah yang memakai jilboobs, padahal yang menjadi perintah adalah memakai jilbab yang sempurna supaya sesuai dengan tuntunan Alquran dan sunnah Nabi saw.

Dengan tulisan ini kita brharap kepada semua orang muslim baik laki-laki maupun perempuan mau menutup aurat sesuai dengan apa yang telah diperintahkan oleh Allah Swt kepada kita. Terlebih kita di Aceh yang dikenal dengan negeri syariat, maka dengan menutup aurat yang sempurna menjadi sebuah indikasi bahwa kita benar-benar menjalankan syariat Islam secara kaffah./Serambi

Aria Sandra, S.HI., Santri Dayah Mahyal Ulum al-Aziziyah. Anggota Forum Kiai Muda NU dan Guru Diniyah Kota Banda Aceh. Email: [email protected]