stat counter 22 Persen Pelajar Gunakan Narkoba | Aceh Online Magazine

22 Persen Pelajar Gunakan Narkoba

narkoba

Atjehcyber.com – Indonesia memasuki era pengeroposan generasi yang berkualitas. Betapa tidak, narkoba terus menggerogoti kelompok kaum muda, terutama di kalangan pelajar.

Catatatan dari Badan Narkotika Nasional (BNN), pecandu narkoba didominasi pelajar yang berusia 11-24 tahun.

Dari hasil penelitian BNN, bekerjasama dengan Puslitkes UI, sebanyak 22 persen pengguna narkoba di Indonesia berasal dari kalangan pelajar. Data itulah yang diungkapkan oleh BNN pada Simposium Pelajar di SMA Budaya, Jakarta, kemarin (11/9).

Kasubdit Instansi Pemerintah Direktorat Advokasi BNN Edhie Mulyono, SE,Ak, MM  mengatakan, tujuan kegiatan untuk menjadikan para guru dan pelajar memiliki pola pikir, sikap, dan terampil menolak penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Dia berhagarap, para pelajar dapat semakin meningkatkan partisipasi sekolah berperan dalam program Pencegahan  dan Pemberantasan,Penyalahgunaan dan  Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Para siswa akan memiliki keterampilan sebagai penyuluh muda dalam mengomunikasikan bahaya narkoba di lingkungan sekolah dan keluarga.

Salah seorang narasumber, Rotua Sihotang, S.Th. memberikan materi ”Bahaya dan Upaya Pencegahan Narkoba di Sekolah”.

Menurut dia, upaya pencegahan bahaya penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekolah sangat perlu dilakukan. Agar, pelajar yang menggunakan narkoba tak bertambah. Salah satunya yakni selektif dalam memilih teman bergaul di sekolah..

”Penerapan aturan tegas yang berhubungan dengan narkotika, serta pola didik yang bisa diteladani dari seorang guru bisa menjadi upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekolah,” paparnya.

Pemateri lain, Geger Prasetyana mengangkat tema ”Think Act Pelajar dalam Membangun Sekolah Bebas Narkoba”. Dia menegaskan, membangun remaja yang bebas dari penyalahgunaan narkoba tentu bukanlah pekerjaan yang mudah.

”Setidaknya ada tiga hal penting yang layak diperhatikan agar hasilnya benar-benar efektif lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat,”pungkasnya.(dni/jpnn)