Home Pendidikan Remas Kemaluan, Panitia Ospek Laporkan Orang Tua Mahasiswa

Remas Kemaluan, Panitia Ospek Laporkan Orang Tua Mahasiswa

1322
12
SHARE

pisang-penis

Atjehcyber.com – Panitia Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) USU, membantah pihaknya telah melakukan tindak pelecehan seksual pada aktivitas ini.

Sebelumnya, Tribun menurunkan berita berjudul “Diperintahkan Pegang Kemaluan” (edisi Minggu, 31 Agustus 2014), yang memuat perihal laporan seorang mahasiswa bernama MS (20) terkait kejadian tak menyenangkan yang dialaminya. MS dilecehkan secara seksual dan dianiaya oleh EG, yang berdasarkan keterangan Kanit Reskrim Polsekta Medan Baru, Iptu Alexander Piliang, merupakan panitia Ospek FKG USU.

Ketua BEM FKG, Budi, mengatakan EG bukan bagian dari kepanitiaan Ospek FKG USU. Justru MS yang merupakan panitia. Adapun EG, adalah orang tua K, seorang mahasiswa baru peserta Ospek. Menurut Budi, persoalan bermula dari pengaduan K kepada orangtuanya, bahwa ia dilecehkan oleh salah seorang panitia Ospek.

“Dia bilang kalau ada mahasiswa senior panitia ospek yang menyuruh dia memegang kemaluan. Kejadiannya hari Kamis lalu. Setelah itu, orangtua si K ini, yakni ibunya, datang ke kampus. Marah-marah sama panitia. Waktu itu, kami konfrontir sama si K. Kami tanya siapa yang menyuruhnya memegang kemaluan, tapi dia tidak bisa menjelaskan. Alasannya, waktu itu, senior tersebut juga menyuruhnya untuk menundukkan kepala. Dia juga bilang kalau dia tidak ingat dengan wajahnya. Tapi ibunya tak mau menerima dan tetap marah-marah,” kata Budi di kantor redaksi Tribun Medan, Jl KH Wahid Hasyim, Minggu sore.

Persoalan berlanjut. Keesokan harinya (Jumat, 29 Agustus 2014) datang pula orangtua laki-laki K, yakni EG yang disebut-sebut berprofesi dokter gigi. Seperti istrinya, EG juga marah kepada panitia Ospek. MS yang mencoba memberikan penjelasan, langsung mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan.

“Pak EG menampar saya. Lalu datang Bang Budi, berusaha melerai, ikut juga dipukulnya. Saat itulah dia tiba-tiba meremas kemaluan saya. Dia bilang, kalau kalian bisa megang punya anak saya, saya juga bisa,” kata MS. Atas persoalan ini, MS melaporkan EG ke polisi.

“Jadi beritanya memang benar, Bang. Cuma pelakunya bukan kami panitia. Yang dilecehkan itu justru kawan kami,” ucap Budi menambahkan.

Dipanggil Rektorat

BUDI menyebut panitia Ospek FKG USU telah dipanggil oleh pihak rektorat USU untuk menjelaskan perihal kejadian ini.

“Tadinya memang tidak ada yang tahu, Bang, kecuali internal FKG. Sudah kami beri penjelasan. Karena itu pula kami datang kemari untuk klarifikasi. Supaya tidak terjadi salah paham,” kata Budi.

Sebelumnya, Humas USU, Bisru Hanafi pada Tribun mengatakan pihaknya akan mencari tahu secara lebih detail perihal kasus yang sudah sampai ke ranah hukum ini. (cr5/Tribun Medan)