Home Technology Microsoft Akuisisi Pembuat Game Minecraft Rp 30 Triliun

Microsoft Akuisisi Pembuat Game Minecraft Rp 30 Triliun

313
0
SHARE

minicraff-game

Atjehcyber.com – Kurang lebih sepekan setelah rumornya beredar, Senin (15/9/2014) Microsoft secara resmi mengumumkan rencananya membeli Mojang, pembuat game sandbox populer Minecraft.

Nilai akuisisi perusahaan yang berbasis di Stockholm, Skotlandia ini mencapai 2,5 miliar dollar AS atau hampir Rp 3 triliun. Proses pembelian Mojang oleh Microsoft diharapkan akan rampung menjelang akhir tahun 2014.

“Minecraft menambah keragaman portfolio game kami dan membantu kami menjangkau para pemain di berbagai platform,” tulis kepala divisi Xbox Microsoft, Phil Spencer yang dikutip oleh The Verge.

Spencer mengatakan bahwa Microsoft berencana mempertahankan keberadaan Minecraft di sejumlah platform game yang kini mencakup perangkat Android, iOS, PlayStation, serta Xbox dan PC.

Minecraft sendiri adalah  sebuah game open world di mana pemain menyusun balok-balok virtual serupa Lego untuk membangun dunia game yang bisa dikunjungi dan dibangun bersama pemain lain.

Sejak pertama kali diperkenalkan pada 2009, Minecraft telah mencatat penjualan sebanyak lebih dari 50 juta kopi dan menghasilkan pendapatan tahunan hingga 290 juta dollar AS pada 2013 lalu.

Menurut Spencer, Minecraft adalah salah satu judul game  online yang paling banyak dimainkan di Xbox, konsol game besutan Microsoft.

Bersama dengan peresmian rencana akuisisi Minecraft, pencipta game itu, Markus Persson alias Notch, justru mengumumkan pengunduran dirinya bersama dengan dua orang lain yang sama-sama mendirikan Mojang.

Dalam sebuah posting blog, Persson yang dikenal sering mengkritik Microsoft mengatakan bahwa dia merasa “lelah” karena Minecraft telah menjelma menjadi fenomena global.

“Terima kasih karena telah membuat Minecraft menjadi seperti sekarang, tapi kini ada terlalu banyak pemain dan saya tak bisa bertanggung jawab atas sesuatu yang begitu besar,” tulis Parsson. “Ini bukan soal uang, tapi kewarasan saya.”(Kompas.com)